Kompas.com - 05/09/2015, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Perubahan

Di Tanimbar, padi sawah tidak bisa tumbuh karena tidak cocok dengan kondisi tanah dan iklim di daerah itu. Namun, berbagai jenis umbi-umbian seperti keladi, petatas, dan pohon sukun tumbuh subur.

Hal serupa terjadi di Kepulauan Kei. Mayoritas warga di kepulauan itu menanam dan mengolah embal (singkong beracun), petatas, keladi, dan sagu sebagai bahan pangan utama. Padi hanya ditanam dalam jumlah sangat sedikit di Pulau Kei besar. "Kalau kami tanam padi susah hidup. Tanah di sini tidak cocok," kata Jopi Rahanten, Kepala Desa Waur, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.

"Warga di sini, khususnya yang tua-tua dan tidak pernah merantau ke luar desa, kalau tidak makan keladi dan embal tidak bisa kenyang. Beras hanya untuk selingan," tuturnya.

Namun, sebagian anak muda, terutama yang pernah merantau, sudah beralih ke beras. Perubahan juga terjadi di perkotaan, seperti di Kota Tual di Kepulauan Kei maupun di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar. Perubahan pola makan dari umbi-umbian dan sagu ke beras itu, menurut Herawati, pasti akan memengaruhi kerentanan terhadap berbagai penyakit.

"Misalnya, orang Kei yang di kampungnya makan umbi dan ikan, ketika di kota kemudian tiap hari makan nasi dan daging, maka kecenderungan untuk mengalami obesitas pasti tinggi. Padahal, obesitas adalah jalan masuk berbagai penyakit, seperti hipertensi, jantung, dan kelainan ginjal," kata Herawati. (AIK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.