Kompas.com - 09/09/2015, 11:10 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tidak sedikit dari kita saat sekolah punya ketakutan terhadap pelajaran matematika. Studi baru yang diterbitkan di jurnal Neuroscience meneliti anak-anak dengan kecemasan terhadap matematika dan menemukan les dapat mengubah sirkuit ketakutan di otak mereka.

Menariknya, perubahan ini bukan karena peningkatan kemampuan matematika. Kecemasan tak berpengaruh pada kinerja menurut studi ini. Tak ada perbedaan antara bagaimana kinerja anak dengan kecemasan tinggi atau rendah sebelum dan setelah les.

"Kita sekarang dapat mengatakan perbedaan-perbedaan ini tidak benar-benar terkait dengan perbedaan kinerja," kata profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Stanford University School of Medicine sekaligus ilmuwan penelitian ini, Vinod Menon.

"Tetapi perbedaan itu ada hubungannya dengan kecemasan yang memberi informasi mekanisme cara kerjanya," katanya.

Antara 17-30 persen anak usia SD dan SMP di AS memiliki ketakutan terhadap matematika. "Menyemplungkan anak-anak ini ke hal yang mereka takuti seperti matematika sama dengan memberi terapi eksposur," kata Menon.

Seperti halnya mengenalkan ular atau laba-laba kepada orang yang takut, sehingga lama kelamaan menjadi kurang takut. Hipotesa mereka, anak yang takut matematika dapat menuai manfaat dengan lebih banyak menggelutinya.

Untuk menguji hipotesa itu, mereka meneliti anak kelas tiga dan mengukur kadar kecemasan matematika dengan kuesioner. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: anak dengan kecemasan tinggi dan rendah. Anak-anak kemudian dipindai otaknya ketika menyelesaikan soal matematika, membuka perbedaan kunci antara kedua kelompok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anak-anak dengan kecemasan tinggi menunjukkan kadar aktivasi lebihi tinggi pada amigdala, daerah di otak yang bertanggung jawab untuk memproses stimuli ketakutan dan emosi. Aktivasi meningkat di area ini terlihat pada orang dengan penyakit kecemasan dan fobia.

Anak-anak kemudian diberi les privat matematika tiga kali seminggu, di mana mereka terpapar banyak sekali soal matematika, dibantu melewati kesulitan dan didukung oleh guru les. Delapan minggu kemudian, kedua kelompok mengalami perbaikan kinerja matematika dengan kadar yang sama.

Tetapi kelompok dengan kecemasan matematika menunjukkan perubahan besar ketika peneliti memindai otak di akhir penelitian. Bagian amigdala yang sebelumnya aktif kini terlihat seperti otak anak yang tidak punya ketakutan matematika.

"Paparan berulang dapat membuat anak merasa lebih dapat mengontrol situasi yang melibatkan penyelesaian soal matematika, dengan demikian menurunkan ketakutan mereka," katanya.

Belum diketahui seberapa lama perubahan otak ini akan bertahan, apakah les juga membantu menerapi jenis ketakutan lain atau apakah les itu dapat diberikan manusia atau komputer.

"Bagaimana kita dapat membuatnya berlaku di kelas dan di luar kelas? Ini masih menjadi pertanyaan terbuka," kata Menon. Dengan mencari tahu dengan tepat efek paparan matematika pada otak yang cemas, Menon dan rekan-rekannya mendemonstrasikan apa yang mungkin terjadi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber TIME.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
Gigi Kecil (Microdontia)

Gigi Kecil (Microdontia)

Penyakit
Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Health
Katarak

Katarak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.