Kompas.com - 09/09/2015, 11:45 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengatasi nyeri bisa dengan konsumsi obat antinyeri yang bisa didapatkan tanpa memerlukan resep dokter. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum konsumsi obat antinyeri. 

Dokter Spesialis Anastesi Dwi Pantja Wibowo mengungkapkan, banyak mitos seputar obat anti nyeri yang berkembang sehingga masyarakat salah kaprah dalam menggunakan obat antinyeri. Berikut  6 mitos seputar obat antinyeri dan fakta sebenarnya yang perlu Anda ketahui.

Mitos 1
Obat antinyeri yang dijual bebas aman dikonsumsi karena tidak perlu resep dokter.

Fakta: Obat bebas adalah obat yang tidak memiliki bahaya mengkhawatirkan jika dikonsumsi. Obat ini memiliki tanda bulat berwarna hijau pada kemasannya dan bisa didapatkan di apotek atau toko obat, bahkan di warung. Siapapun memang bisa membelinya tanpa resep dokter. Namun, tetap harus diperhatikan cara pemakaiannya.

"Yang perlu diketahui sebelum menggunakan antara lain apa bahan aktifnya, indikasi, efek samping, kontra indikasi, peringatan alergi, cara pakai, dan bahan tambahan," papar Pantja dalam acara Pfizer Press Circle di Jakarta, Selasa (8/9/2015)

Sayangnya, tak banyak konsumen yang membaca keterangan tertulis pada kemasan obat. Menurut Pantja, setiap obat yang diproduksi dengan benar pasti menyertakan keterangan tersebut.

Mitos 2
Obat antinyeri yang diresepkan untuk orang lain aman konsumsi asal gejalanya sama.

Fakta: Menurut Pantja, gejala setiap orang belum tentu sama. Harus diketahui terlebih dahulu dari mana asal nyeri.

Mitos 3
Obat antinyeri yang dijual bebas cukup aman dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Fakta: Pantja mengatakan, jika obat antinyeri digunakan selama bertahun-tahun bisa saja berdampak buruk bagi tubuh, misalnya penyakit ginjal. Dosis pemakaian obat pun tidak boleh berlebihan

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.