Kompas.com - 14/09/2015, 18:10 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Siapa yang tidak kenal istilah psikotes? Pasti semua orang tahu. Bahkan hampir semua orang yang melamar pekerjaan, akan menjalani psikotes. Kalau ditanya, bagaimana kesannya? Rata-rata menjawab dengan raut wajah tegang dan berkata, "Tidak menyenangkan!". Kesan yang tidak salah, tapi juga tidak tepat.

Keluhan berikutnya muncul. "Saya tidak diterima kerja gara-gara gagal di psikotes", "Saya sudah cari di internet tentang psikotes, tapi masih gagal juga. Bikin susah cari kerja aja!", "Saya sudah pernah psikotes sampai 14 kali, tapi tetap belum diterima kerja", dan sebagainya.

Kondisi tersebut membuat banyak orang yang merasa gagal dalam psikotes mendatangi psikolog untuk mengetahui apakah ada yang salah dengan mereka, atau meminta jawaban dari tes-tes yang dikerjakan.

Berbagai artikel yang tampaknya membantu, padahal menyesatkan, beredar di mana-mana. Termasuk di Kompasiana ini. Artikel-artikel itu berisi petunjuk mengerjakan psikotes, terutama tes menggambar pohon, orang dan 'kotak-kotak berjumlah 8'. Saya heran kenapa penulisnya berani memberikan tips padahal mereka tidak belajar ilmunya. Sungguh, tips itu menyesatkan.

Sebelumnya, istilah psikotes sudah tidak digunakan lagi oleh para psikolog. Kami menggunakan istilah Pemeriksaan Psikologi. Jadi kalau ada yang masih menggunakan istilah psikotes, bisa ditengarai bahwa orang tersebut bukan psikolog.

Fungsi pemeriksaan psikologi

Perusahaan ingin mendapatkan karyawan yang terbaik, mampu mengikuti 'irama' kerja mereka, dan selaras dengan misi visi perusahaan. Untuk itulah diperlukan seleksi. Ibarat saringan, seleksi yang baik akan menghasilkan pekerja terbaik bagi mereka. Ada banyak cara untuk melakukan seleksi. Tergantung juga pada kemampuan perusahaan. Salah satu yang sering digunakan adalah Pemeriksaan Psikologi (kemudian akan saya singkat dengan PPsi).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam menentukan alat tes untuk PPsi, seorang psikolog akan menggunakan beberapa alat ukur. Disebut dengan batterai tes. Mengapa kami menggunakan lebih dari satu alat ukur? Karena tiap alat ukur mengungkapkan aspek berbeda serta untuk mengetahui konsistensi karakteristik pribadi calon karyawan. Minimal ada 6 jenis alat ukur yang digunakan.

Kalau seorang pelamar mencari bocoran alat ukur ini, lalu dia menghafalkan, kemudian menerapkan jawaban tadi pada alat ukur yang dikerjakannya, maka bisa dipastikan dia akan terjebak. Sebab tidak ada konsistensi kepribadian pada keseluruhan batterai tes tadi. Mungkin dia hanya bisa mendapatkan 'contekan' pada satu alat ukur, tapi bagaimana dia bisa mendapatkan 'contekan' pada alat ukur lainnya?

Jadi percuma saja seorang pelamar mencari jawaban yang benar untuk menjalani psikotes. Belum lagi proses wawancara dengan psikolognya. Makin tampak tidak konsisten ketika psikolog melihat hasil PPsi dengan hasil wawancara. Bisa dipastikan, pelamar seperti itu tidak akan diterima.

Halaman:

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Dada
Nyeri Dada
PENYAKIT
Nyeri Panggul
Nyeri Panggul
PENYAKIT
Hernia Hiatus
Hernia Hiatus
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.