Kompas.com - 16/09/2015, 17:10 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Duduk dalam waktu yang lama dianggap sebagai ancaman kesehatan terbaru karena dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Kini ada lagi penelitian yang menyebutkan bahwa duduk lama juga berefek buruk bagi liver.

Orang yang duduk 10 jam atau lebih setiap harinya risikonya menderita perlemakan hati nonalkoholik naik sampai 9 persen dibandingkan dengan orang yang hanya duduk sekitar 5 jam setiap hari.

Penyakit perlemakan hati nonalkoholik selama ini diketahui disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak terlalu banyak. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor kegemukan, kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, serta hipertensi.

Aktivitas fisik juga diketahui berperan pada penyakit perlemakan hati nonalkoholik. Mereka yang aktif secara fisik lebih rendah risikonya mengalami penyakit ini.

Penelitian mengenai pengaruh duduk pada kesehatan liver ini dilakukan Dr.Seungho Ryu, profesor bidang kedokteran okupasi dan lingkungan dari Korea Selatan. Ia mengamati lebih dari 139.000 pria dan wanita Korea yang ditanyakan aktivitas fisiknya. Lalu mereka menjalani pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi livernya.

Para responden dalam penelitian ini rata-rata berusia 39,9 tahun dan secara umum dalam kondisi sehat.

Hasil studi menyebutkan, olahraga secara rutin, bahkan intensitas tinggi, tak sepenuhnya melindungi kita dari efek buruk duduk terlalu lama. Sebaliknya, melakukan aktivitas ringan tapi sering, justru mengurangi risiko penyakit ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tubuh kita didesain untuk bergerak sehingga tidak heran jika gaya hidup sedentari, yang ditandai dengan aktivitas otot yang rendah, berdampak langsung pada fisik," kata Michael Trenell, profesor bidang metabolisme.

Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan menurunkan fungsi kardiovaskular. Pada orang yang resistensi insulin, kadar gula darahnya menjadi tinggi sehingga beresiko tinggi diabetes melitus.

Sejauh ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit perlemakan hati, sehingga pencegahan adalah cara terbaik melawan penyakit ini. Jadi, mulailah kurangi waktu duduk.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.