Kompas.com - 23/09/2015, 12:30 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com — Kondisi langka terjadi di Salinas, Dominika. Sebanyak satu dari 90 anak yang lahir secara fisik sebagai perempuan di desa terpencil itu mengalami pertumbuhan penis rata-rata saat usia 12 tahun atau masa pubertas. Penduduk setempat menyebutnya guevedoces.

Salah satu anak yang mengalami pertumbuhan penis tersebut adalah Johnny. Johnny yang kini berusia 24 tahun dulu terlahir tanpa penis dengan nama Felecitia. "Saya ke sekolah pakai rok meskipun saya tidak suka memakainya," kata Johnny.

Sejak awal Johnny mengaku lebih nyaman sebagai laki-laki. Hingga akhirnya penisnya tumbuh saat ia beranjak remaja. Johhny pun merasa hidupnya lebih baik saat ini.

Menurut penelitian lebih lanjut, Johnny ternyata mengalami gangguan genetik yang langka.  Secara biologis, Johnny adalah laki-laki. Namun, akibat hilangnya enzim yang disebut 5-reductase, tidak terjadi pertumbuhan penis saat bayi.

Kehilangan enzim tersebut menghambat produksi hormon laki-lakinya. Saat masa pubertas, produksi hormon testoteronnya baru melonjak. Johnny dan beberapa anak lain yang senasib bisa hidup normal sebagai laki-laki meski kelenjar prostatnya lebih kecil.

Para ahli percaya bahwa kondisi langka itu telah terjadi dari generasi ke generasi dan terus terjadi karena desa sangat terpencil dan terisolasi. Di desa tersebut, kondisi langka seperti Johnny sudah dianggap sebagai suatu hal yang biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.