Kompas.com - 28/09/2015, 11:25 WIB
Yani (kiri) dari Komunitas Taufan berkeliling mengunjungi kediaman pasien antara lain kediaman Amar, di Rusun Bekasi, Jawa Barat, sabtu (12/9). Mereka berkunjung untuk memberi bantuan dan semangat kepada pasien. Kompas/Lucky PransiskaYani (kiri) dari Komunitas Taufan berkeliling mengunjungi kediaman pasien antara lain kediaman Amar, di Rusun Bekasi, Jawa Barat, sabtu (12/9). Mereka berkunjung untuk memberi bantuan dan semangat kepada pasien.
EditorLusia Kus Anna
Amar terbaring di atas lantai beralas kasur busa. Susah sekali membuatnya tersenyum. Hanya sesekali Margareta (36) berhasil membuat anak 16 tahun ini memperlihatkan giginya. Amar kehilangan senyum dan keceriaan ketika kaki kanannya diamputasi akibat kanker tulang. Ia juga kehilangan semangat untuk sekolah selain masih harus mondar-mandir untuk pengobatan lanjutan.

Margareta bersama Yeni Dewi Mulyaningsih (38) siang itu mengunjungi Amar dan ibunya, Leila Julaila (33), di tempat tinggal mereka yang sederhana di Rumah Susun Bekasi Timur. Margareta yang berpembawaan ceria sering kebagian peran sebagai pembawa acara dan pemandu permainan. Ia juga mencari bantuan, seperti perlengkapan mandi, boneka, atau diapers. Margareta sudah dua tahun bergabung dengan Komunitas Taufan yang digagas Yeni.

Selain merasa bahagia karena berbagi, Margareta rupanya menyimpan penyesalan karena tak bisa mendampingi saat-saat terakhir sahabatnya yang terkena kanker. ”Saya menyesal, seharusnya paling tidak saya bisa kasih dukungan moral,” kata Margareta yang juga penggagas gerakan Sedekah Care.

Yeni kehilangan anak keempatnya, Taufan, di usianya yang masih tujuh tahun akibat kanker darah. Ketika pertama kali mendengar diagnosis Taufan, hati Yeni hancur. Selama tiga bulan ia menarik diri dari sekitar. Bahkan, komunikasinya dengan suami memburuk.

”Kalau suami saya masuk kamar, saya keluar kamar. Kami kayak punya pikiran masing-masing. Sampai akhirnya ada tetangga mengingatkan agar menerima kenyataan dan mulai membawa Taufan berobat ke rumah sakit. Peran dukungan dari orang terdekat dan teman memang sangat besar,” kata Yeni.

Diakui Yeni, bantuan baik moral maupun finansial mengalir di saat-saat awal. Namun, seiring waktu, satu per satu menghilang karena kesibukan masing-masing. Padahal, pasien dan keluarganya masih butuh dukungan. ”Saya fokus mendampingi orangtua agar mereka kuat. Anak-anak biasanya percaya pada orangtua sehingga akan lebih mudah mendekati mereka lewat orangtua masing-masing,” kata Yeni.

Sebulan setelah anaknya tiada pada pertengahan tahun 2013, Yeni segera menyusut air matanya dan turun mengunjungi pasien dan orangtuanya, baik di rumah sakit maupun di tempat tinggal mereka. Selain pasien kanker, ia juga mengunjungi pasien jantung, hidrocefalus, HIV, jantung, dan penyakit lain yang butuh pengobatan panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yeni tidak hanya menghibur dan mengajak mengobrol, tetapi juga berupaya mencarikan kebutuhan mereka, seperti ongkos bolak-balik ke rumah sakit, rumah singgah, kursi roda, sampai ambulans gratis. Ia juga mendorong keluarga pasien lebih memperhatikan aspek kebersihan, gizi, dan obat-obatan yang dikonsumsi pasien.

”Saya juga mendorong mereka lebih terbuka terhadap sesama keluarga pasien sehingga bisa tukar pikiran dan tidak merasa sendirian. Intinya agar mereka tidak menyerah pada keadaan di tengah keterbatasan,” papar Yeni.

 Kegiatan Yeni diikuti oleh banyak relawan hingga akhirnya dibentuk Yayasan Komunitas Taufan. Sampai saat ini, ada puluhan relawan yang bergantian mengunjungi pasien dan keluarganya dengan ratusan pasien yang telah didampingi. Yeni sendiri rutin tiga kali seminggu berkunjung. Selain itu, nomor ponselnya terbuka 24 jam bagi keluarga pasien.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pilek
Pilek
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.