Kompas.com - 08/10/2015, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronik dan juga kanker. Tapi, para perokok bukannya tidak mengetahui risiko tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan seorang pasien yang memiliki keluhan sesak nafas (dyspnea). Sebut saja Tuan N, berusia 64 tahun. Waktu saya temui, beliau terlihat berbaring lemas dan terpasang alat bantu bernafas (selang oksigen). Meski dalam kondisi yang lemas, beliau masih dalam keadaan compos mentis/sadar normal. Setelah saya membaca diagnosis medis, beliau didiagnosis PPOK ( Penyakit Paru Obstruktif Kronis) .

Setelah menanyakan keluhannya, saya mulai mencoba melakukan skrinning gizi untuk mengetahui berisiko malnutrisi atau tidak. Beberapa pertanyaan yang dapat mewakili risiko pasien pun dijawabnya, dan hasilnya Tn N memiliki risiko untuk malnutrisi karena adanya penurunan berat badan yang tidak dikehendaki dan penurunan nafsu makan beberapa akhir ini.

Faktor utama yang dapat menjadi pencetus munculnya penyakit ini adalah kebiasaan merokoknya, yaitu sebanyak 2-3 bungkus/hari.

Merokok adalah salah satu penyebab kematian di seluruh dunia. Penyakit jantung koroner, kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronis adalah contoh penyakit yang dapat disebabkannya.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan penyakit yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran pernapasan dan berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel gas yang beracun dan berbahaya.

Kebiasaan merokok merupakan penyebab penting dan utama dalam kasus ini. Namun , bukan berarti hanya berisiko bagi si perokok, tapi juga perokok pasif. Faktor lainnya bisa juga terjadi akibat sering terpapar polusi dalam waktu yang lama. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan di Indonesia dan lebih banyak terjadi pada pria karena pria lebih banyak yang merokok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika Sudah PPOK, Bagaimana?

Pada pasien PPOK, risiko terjadi malnutrisi memang tidak bisa dihindarkan. Adanya peningkatan kebutuhan energi , karena kondisi fisiologis seperti adanya sesak napas menjadi salah satu penyebabnya. Otot-otot pernafasan pada penderita PPOK memerlukan 10 kali kalori lebih banyak daripada orang tanpa PPOK.

Dalam hal ini pun pemberian diet pasien perlu diperhatikan, karena pemberian diet  tinggi karbohidrat justru dapat menjadi memperparah kondisinya. Hal ini disebabkan karena pada pembakaran karbohidrat akan menghasilkan karbondioksida yang perlu dikeluarkan juga. Ada baiknya bagi penderita PPOK mendapatkan terapi diet rendah karbohidrat tinggi lemak.

Halaman:

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
PENYAKIT
Nyeri Haid
Nyeri Haid
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.