Kompas.com - 13/10/2015, 17:39 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) kembali menggelar Dokter Kecil Award 2015 pada 26-28 Oktober 2015. Kali ini, salah satu fokus yang akan diajarkan kepada finalis Dokter Kecil adalah pencegahan kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

"Sangat penting memberikan pendidikan seks pada anak-anak. Dampaknya bisa luar biasa. Pendidikan seks sebenarnya sudah dimulai ketika diperkenalkan oleh orangtua," jelas dokter Sepesialis Obstetri dan Ginekologi, Ulul Albab selaku Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan IDI dalam jumpa pers di Kantor PB IDI, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dalam acara pemilihan Dokter Kecil tahun ini, nantinya 40 anak yang duduk di kelas 4-5 SD akan diajak menonton film tentang pendidikan seksual, kemudian mendiskusikannya bersama dengan psikolog.

Psikolog Karina Adistiana mengungkapkan, pendidikan seks yang diberikan tentunya sesuai dengan dunia anak-anak. Misalnya, anak-anak perempuan maupun laki-laki akan diberi edukasi mengenai bagian organ intim yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun.

"Pendekatannya dengan mengajak mereka mengenali bagaian tubuh mana yang enggak boleh disentuh atau bagaimana mereka ketika dideketin orang di tempat sepi harus teriak atau lari. Kalau enggak nyaman harus ngomong ke siapa," jelas Karina.

Dalam pemilihan Dokter Kecil, anak-anak juga akan diajarkan mengenai kepemimpinan dan kepercayaan diri. Karina menambahkan, edukasi kepada guru-guru di sekolah dan para orangtua juga perlu dilakukan. Sebab, kekerasan seksual bisa saja terjadi di lingkungan terdekat.

Mengenai Dokter Kecil ini, Ketua PB IDI Zaenal Abidin berharap edukasi yang diberikan dapat disampaikan oleh anak-anak kepada teman-temannya. Anak-anak yang perjalanan hidupnya masih panjang ini dapat menjadi agen perubahan.

"Mengubah perilaku anak bisa dengan mendekati teman sebayanya. Anak-anak kan lebih senang bermain dengan temannya sendiri," kata Zaenal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.