Kompas.com - 21/10/2015, 09:03 WIB
Ilustrasi penyakit pembuluh darah Ilustrasi penyakit pembuluh darah
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Trombosis merupakan pembekuan yang bisa menyumbat pembuluh darah vena dan arteri di seluruh tubuh. Terjadinya trombosis jangan dianggap sepele karena bisa menyebabkan kematian mendadak.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Karmel Lidow Tambunan mengungkapkan, jika trombosis terjadi di pembuluh darah jantung, maka bisa menyebabkan serangan jantung.

Trombosis juga bisa menuju paru-paru dan menyumbat suplai darah ke paru-paru sehingga menyebabkan emboli paru. Bahkan bisa terjadi di otak yang menyebabkan stroke.

"Makanya trombosis disebut pembunuh diam-diam atau silent killer," ujar Karmel dalam dalam diskusi memeringati World Thrombosis Day di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Karmel mengatakan, di negara barat, trombosis merupakan penyebab utama kematian lebih dari 60 persen. Di Indonesia, belum ada data pasti. Namun, menurut Karmel, trombosis juga merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Trombosis Hemostasis Indonesia (PTHI) itu mengungkapkan, sepuluh penyebab kematian utama di Indonesia, yaitu stroke (11,8 persen) dan urutan ketiga adalah jantung (8,7 persen). Ternyata, 80-85 persen stroke adalah stroke iskemia yang disebabkan oleh trombosis dan 70 persen penyakit jantung juga terjadi karena trombosis. Dengan demikian, Karmel menyimpulkan bahwa trombosis juga menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Pemicu terjadinya trombosis, yaitu perlambatan aliran darah atau stasis, kekentalan darah, dan pembuluh darah yang rusak. Namun, faktor risikonya sangat banyak, antara lain merokok, usia, genetik, obesitas, kehamikan, tidak bergerak dalam waktu lama seperti saat perjalanan jauh dan terbaring di rumah sakit selama berhari-hari.

Trombosis umumnya terjadi di kaki atau dikenal dengan Deep Vein Thrombosis (DVT) atau bekuan darah pada vena dalam. Gejalanya antara lain, nyeri, kaki bengkak, kemerahan, pelebaran pembuluh darah, dan kulit terasa lebih hangat.

Jika trombosis menuju ke paru, gejalanya, yaitu sesak napas nyeri dada, jantung berdenyut cepat, dan batuk berdarah. Sayangnya, tidak semua terjadinya trombosis langsung memunculkan gejala. Tak heran jika dikenal sebagai pembunuh senyap atau silent killer.

"Tapi penting dicatat bahwa trombosis adalah penyebab kematian yang dapat dihindari dengan pencegahan," lanjut Karmel.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik Cosphiadi Irawan menambahkan, risiko trombosis dapat diturunkan 44 persen dengan rutin melakukan latihan fisik. Selain itu, jangan biarkan duduk terlalu lama saat berpergian dengan pesawat, bus, hingga kereta api selama berjam-jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.