Kompas.com - 21/10/2015, 13:05 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com — Kurang gerak menjadi salah satu faktor risiko terjadinya pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah, atau disebut trombosis. Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kurang gerak, misalnya saat terlalu asyik main game hingga tak kenal waktu.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Karmel Lidow Tambunan, mengungkapkan, ada kasus di luar negeri yang menunjukkan sejumlah anak muda mengalami kematian mendadak setelah main game tanpa henti selama lebih dari 12 jam. Mereka ternyata mengalami pembekuan darah karena kurang gerak.

Karmel menjelaskan, kurang gerak dapat menyebabkan stasis atau pelambatan aliran darah. Akibatnya, trombosis bisa terjadi di bagian kaki. Trombosis di kaki kemudian bisa menuju ke pembuluh darah di jantung, paru-paru, hingga otak yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

"Itu karena stasis, lama-lama makin stasis, akhirnya beku, lari ke jantung, paru, itu akut. Dengan data dari luar, kita juga harus waspada, jangan main game lebih dari 12 jam. Lebih hati-hati maksud saya," kata Karmel dalam diskusi memperingati World Thrombosis Day di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Stasis juga bisa terjadi ketika bepergian naik pesawat selama lebih dari 4 jam. Posisi duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak membuat aliran darah tidak lancar. Selain itu, menurut Karmel, stasis juga bisa terjadi saat seseorang menggunakan celana terlalu ketat dalam waktu lama.

Celana ketat dapat menekan pembuluh darah sehingga menjadi stasis. "Makanya, banyak gerak. Kalau lama duduk, berjalan-jalan dulu, senam kecil. Itu dilakukan supaya tidak trombosis," imbuh Ketua Perhimpunan Trombosis Hemostasis Indonesia (PTHI) ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X