Kompas.com - 26/10/2015, 12:05 WIB
Sejumlah warga melintas di lintas Jalan Medan-Banda Aceh Kota Lhokseumawe Sabtu (24/10/2015). Kabut asap kembali melanda kota tersebut sejak dua hari terakhir dan mengakibatkan penerbangan Medan-Aceh Utara lumpuh total KOMPAS.COM/MASRIADISejumlah warga melintas di lintas Jalan Medan-Banda Aceh Kota Lhokseumawe Sabtu (24/10/2015). Kabut asap kembali melanda kota tersebut sejak dua hari terakhir dan mengakibatkan penerbangan Medan-Aceh Utara lumpuh total
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.COM - Hingga saat ini, masalah kabut asap masih memprihatinkan. Bahkan, kini kabut asap makin meluas hingga menyelimuti Aceh dan Sulawesi Selatan. Selain menggunakan masker yang bisa melindungi hidung dari paparan partikel dan gas dari hasil kebakaran hutan, disarankan masyarakat yang terkena kabut asap juga mencuci hidungnya dengan cairan NaCl.

 

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Persahabatan, Purna Irawan mengungkapkan, partikel yang berukuran di bawah 10 mikron mudah terhirup dan masuk ke paru-paru. Namun, jika ukurannya lebih besar biasanya akan menempel di hidung terlebih dahulu.

 

"Hidung sebenarnya punya bulu rambut yang bergerak membuang kotoran dari partikel itu. Tapi, dalam kasus kabut asap, terlalu banyak partikel yang masuk ke dalam hidung. Ini menyebabkan bulu hidung bekerja lebih berat sebagai pelindung," terang Purna di RS Persahabatan, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

 

Untuk menghindari partikel masuk ke dalam tubuh, Purna pun menyarankan agar masyarakat rutin membersihkan hidung dengan cara menyemprotkan cairan NaCl. "Kalau kotoran terlalu lama dalam hidung bisa jadi kuman penyakit. Kita harus menyemprotkan dengan tekanan, supaya cairan bisa sampai ke belakang rongga hidung," terang Purna.

 

Cairan NaCl biasanya digunakan untuk infus, sehingga aman bagi tubuh. Bahkan, ini aman dilakukan pada anak di atas tiga tahun. Purna menyarankan, membersihkan hidung dengan cara ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Hindari menyemprot hidung dengan air biasa, karena bisa menimbulkan nyeri.

 

Jika tak memungkinkan melakukannya sendiri di rumah, masyarakat bisa datang ke petugas kesehatan atau jika ada bisa menghubungi dokter spesialis THT. Sedangkan untuk masker, masyarakat bisa menggunakan masker bedah dan masker N-95.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.