Kompas.com - 29/10/2015, 17:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com — Ilmu untuk mempelajari tulisan tangan atau grafologi sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ilmu ini biasanya digunakan untuk membaca kepribadian dan karakter seseorang. Mengapa lewat tulisan tangan bisa diketahui karakter atau kepribadian seseorang?

Pakar grafologi Deborah Dewi mengungkapkan, tulisan tangan merupakan hasil interaksi dari banyak struktur dan sirkuit di otak. "Karena semua digerakkan oleh otak, maka tulisan tangan bisa dianalisis untuk melihat kepribadian si penulisnya,” kata Deborah dalam jumpa pers Festival Bohong Indonesia (FBI), di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Penjelasan itu juga menjadi jawaban mengapa seseorang yang tidak memiliki tangan bisa menulis dengan kaki, mulut, dan anggota tubuh lainnya. Deborah mengungkapkan, tulisan merupakan gambar diri seseorang. Emosi seseorang pun bisa dilihat dari tulisan tangan.

Deborah mencontohkan, ia pernah mendapati bentuk dan pola tulisan yang sama pada dua orang dengan perbedaan suku, agama, ras, dan berbeda negara asal. Itu tandanya, kedua orang tersebut memiliki persamaan karakter arau kepribadian.

Membaca tulisan tangan bisa digunakan untuk seleksi tes kerja, memilih asisten rumah tangga yang tepat, dan mengetahui kejujuran seseorang. "Kita jadi tahu, karakter aslinya sama dengan karakter yang ditunjukkan saat wawancara atau tidak? Asisten rumah tangga yang mengaku cinta anak-anak, apa memang iya?" terang Debora.

Meski kita bisa mengubah tulisan tangan suatu waktu, menurut Deborah, akan tetap terlihat pola tulisan tangan yang sebenarnya, jika diperhatikan lebih detail. Membaca tulisan tangan juga bisa dilakukan untuk melihat apa yang terjadi dengan anak. Misalnya, apakah anak baru saja menjadi korban bullying atau korban kekerasan seksual.

Namun, untuk mendeteksi kebohongan, tidak bisa hanya dengan membaca tulisan tangan. Menurut Deborah, harus ada kolaborasi dengan pakar ilmu deteksi kebohongan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.