Kompas.com - 30/10/2015, 10:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Meski organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan daging yang diproses bisa memicu kanker, tetapi bukan berarti kita harus berhenti mengasup daging. Hanya saja, jumlahnya harus dibatasi.

Laporan International Agency for Research on Cancer (IARC), badan riset di bawah WHO, mengejutkan banyak orang. Mereka mengeluarkan hasil riset dari analisa 800 studi di seluruh dunia, menyimpulkan bahwa daging yang diproses seperti sosis, ham, hot dog, dan sebagainya memicu kanker usus, dan daging merah "kemungkinan" juga.

WHO menyebutkan bahwa hasil analisa IARC tersebut mengonfirmasi rekomendasi pola makan tahun 2002 untuk mengurangi konsumsi daging yang diproses untuk menurunkan risiko kanker.

"Hasil analisa terbaru dari IARC tidak meminta oran guntuk berhenti makan daging olahan, tapi mengindikasikan untuk mengurangi konsumsi produk makanan ini agar risiko kanker kolorektal bisa ditekan," kata WHO.

Para pakar dan ilmuwan secara rutin memang melakukan pertemuan untuk mengevaluasi hasil-hasil penelitian yang mengaitkan pola makan dengan penyakit.

"Awal tahun depan kami akan bertemu lagi untuk melihat apa implikasi kesehatan masyarakat dari hasil penelitian dan juga meletakkan daging merah dan daging olahan dalam konteks kesehatan secara umum," kata WHO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.