Kompas.com - 04/11/2015, 18:25 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bagi sebagaian orang, mengonsumsi pil-pil suplemen bisa jadi sudah merupakan kebiasaan rutin harian. Terkadang, pola konsumsi seperti ini nampak memberi manfaat, tapi tak jarang juga konsumsi suplemen tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.  

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal kesehatan Archives of Internal Medicine menyebutkan, beberapa jenis suplemen malah bisa berisiko negatif terhadap kesehatan, sehingga berisiko memperpendek umur.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengolah informasi dari 40.000 wanita yang mengisi kuesioner beberapa kali dalam kurun waktu 22 tahun. Mereka menjawab pertanyaan mengenai berbagai isu kesehatan, termasuk kebiasaan mengonsumsi suplemen.

Kemudian, hasil data tersebut dicocokkan dengan catatan kesehatan negara dan indeks kematian nasional AS. Hasilnya, para peneliti mengidentifikasi beberapa jenis suplemen yang harus diawasi penggunaannya dan sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan mengonsumsinya.

1. Asam folat

Senyawa ini dipercaya dapat membantu pembentukan otak janin dan mencegah cacat pada janin. Namun, studi yang dilakukan para peneliti di Amerika Serikat pada tahun 2007 menyebutkan, bahwa asupan suplemen folat lebih dari 1 mg per hari (dua kali lebih banyak dari dosis yang dianjurkan) dapat meningkatkan risiko kanker usus.

Jika Anda sudah punya anak dan tak ingin menambah lagi, dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram asam folat. Agar lebih aman bagi tubuh, Anda bisa mendapatnya dari sumber alami, seperti biji-bijian dan gandum.

2. Vitamin E

Penelitian yang dilakukan pada 2008 di AS menyebutkan bahwa vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama pada wanita perokok. Selain itu, beberapa jenis obat juga tidak boleh dikonsumsi bersama-sama dengan vitamin ini. Jadi, konsultasikan dulu dengan dokter.

3. Beta karoten

Beberapa penelitian ilmiah, salah satunya pernah dimuat dalam situs Canceractive, mengungkapkan bahwa konsumsi berlebihan dan dalam waktu lama suplemen beta karoten dapat meningkatkan risiko kanker dan keracunan hati.

Jaakko Mursu, PhD, ketua penelitian ini, menyebutkan, hasil riset ini mungkin tidak sama dengan responden pria. Mursu menjelaskan, konsumsi suplemen sebaiknya hanya dilakukan jika kita punya riwayat kekurangan vitamin sebelumnya atau tidak yakin jika pola makan harian kita sudah sesuai standar kesehatan.

Masih menurut Mursu, segala hal yang berlebihan, termasuk air, bisa berbahaya. Makan beragam jenis makanan alami yang diolah secara sehat akan menghindarkan kita dari kekurangan zat gizi. Sehingga, tidak perlu tambahan pil-pil suplemen apapun. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.