Kompas.com - 06/11/2015, 13:30 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sebuah studi kecil mendapatkan penemuan menarik mengenai stimulasi otak. Stimulasi otak non invasif ini dapat menurunkan konsumsi kalori yang berujung penurunan berat badan pada sejumlah kecil orang dewasa.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Obesity, peneliti dari National Institute of Health mengikuti sembilan orang dewasa obesitas. Dalam tahap pertama penelitian, pria dan wanita diberi pola makan pengelolaan berat badan lima hari.

Selama tiga hari berikutnya, mereka mendapatkan transcarnial direct current stimulation (tDCS) asli atau palsu, arus rendah yang tak menyakitkan langsung ke area otak lewat elektroda kecil.

Setelah itu, mereka dibolehkan makan dan minum sebanyak diinginkan dari mesin penjual. Eksperimen delapan hari ini terjadi dua kali.

Ukuran studi ini sangat kecil sehingga diperlukan riset lagi sebelum menarik kesimpulan yang solid dari studi. Tetapi riset tersebut menemukan pria dan wanita yang mendapatkan stimulasi otak sungguhan mengonsumsi kalori lebih sedikit setiap hari, kalori yang benar-benar lebih sedikit dari soda dan lebih sedikit kalori dari lemak.

Mereka juga mengalami penurunan berat badan. Sementara mereka yang mendapatkan stimulasi palsu makan kalori yang sama dan tak mengalami penurunan berat badan.

Studi sebelumnya membuktikan aktivitas otak tingkat rendah di daerah otak yang disebut dorsolateral prefrontal cortex bagian kiri(LDLPFC) di kalangan orang gemuk dibandingkan dengan orang langsing.

Daerah otak itu ada hubungannya dengan rasa, pemrosesan reward dan pengaturan perilaku. Periset percaya bahwa ganggungan  LDLPFC pada orang obesitas mungkin mempengaruhi perilaku dan pilihan makannya.

"Tujuan dari studi ini adalah melihat bila peningkatan aktiviasi LDLPFC akan menurunkan asupan makanan dan minuman yang akan mengakibatkan penurunan berat badan," kata penulis penelitian Marci E. Gluck. Ia juga psikolog klinis di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK).

"Karena kemampuan tDCS untuk meningkatkan rangsangan cortical, kami berpendapat hal itu bakal membantu masyarakat mengontrol makan," katanya.

Riset ini perlu diulang, tetapi hasi awal penelitian yang menemukan stimulasi otak dan daerah otak LDLPFC yang berhubungan dengan intervensi obesitas, menarik untuk diteliti lebih jauh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber TIME.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.