Kompas.com - 06/11/2015, 19:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Para peneliti berhipotesa, karena pria tersebut penderita HIV, cacing pita tersebut terus tumbuh di dalam tubuh, tak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Akhirnya, mutasi berkembang dalam sel-sel cacing pita yang akhirnya menjadi sel-sel kanker.

Pasien tersebut meninggal hanya 72 jam setelah peneliti menemukan bahwa tumor tersebut disebabkan oleh H. nana.

H. nana adalah cacing pita yang paling umum pada tubuh manusia, menginfeksi hingga 75 juta orang di seluruh dunia pada waktu tertentu.

Jika peneliti menemukan kasus lain seperti yang dialami pria Kolombia ini, masih belum jelas pengobatan apa yang benar-benar tepat.

Obat-obatan yang mengobati infeksi akibat cacing pita mungkin tidak dapat menyembuhkan sel kanker dari cacing pita, kata peneliti.

Tetapi ada kemungkinan pengobatan kanker pada manusia mungkin bekerja juga melawan sel-sel kanker parasit. (Gibran Linggau)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.