Kompas.com - 08/11/2015, 08:00 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise bernyanyi bersama anak-anak dalam acara Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2015). Dian Maharani/Kompas.comMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise bernyanyi bersama anak-anak dalam acara Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise meminta para orangtua untuk tidak membiarkan anak perempuan menikah di usia anak atau di bawah 18 tahun.

Yohana menegaskan, anak-anak seharusnya menamatkan pendidikannya terlebih dahulu agar bisa mendapat masa depan yang lebih baik.

“Jangan biarkan anak-anak menikah di usia muda. Sudah saatnya anak-anak harus bersekolah,” kata Yohana dalam Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Yohana menjelaskan, jika menikah di terlalu muda, anak akan cenderung tidak mau lagi melanjutkan sekolah. Anak sulit mendapat kesempatan bekerja yang lebih baik. Keuangan keluarga pun akan bermasalah

“Nikah usia muda sangat membatasi ruang gerak anak. Masa depan mereka enggak berjalan mulus,” lanjut Yohana.

Berdasarkan data, sebanyak 11,3 persen remaja perempuan telah menikah di usia 10-15 tahun dan 32 persen menikah di usia 16-18 tahun. Dari 43 persen remaja di bawah usia 18 ini sudah hamil saat menikah atau hamil setelah satu tahun menikah.

Pernikahan usia dini terkadang juga didahului kasus kehamilan tindak diinginkan. Untuk itu, pendidikan seksual di sekolah atau kepada para anak atau remaja sangat penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalah ini sebenarnya telah menjadi perhatian banyak pihak. Sayangnya judicial review Undang-undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 untuk menaikkan usia minimum menikah perempuan jadi 18 tahu ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.

Dalam UU tersebut, disebutkan usia legal minimum untuk menikah bagi perempuan adalah 16 tahun, namn dengan persetujuan orangtua. Batas usia 16 tahun dinilai mashi terlalu muda.

Pernikahan usia anak berdampak buruk bagi kesehatan. Pernikahan di usia terlalu muda  dapat menyebabkan angka kematian ibu dan kematian bayi baru lahir. Selain itu,  menikah terlalu muda tentunya merengut masa kanak-kanak, menghambat kesempatan anak untuk sekolah, hingga dampak ekonomi bagi pembangunan Indonesia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Polihidramnion
Polihidramnion
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Health
Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Health
6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

Health
Sinusitis

Sinusitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.