Kompas.com - 11/11/2015, 09:01 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada baiknya, sarapan menjadi bagian pagi hari sebelum memulai aktivitas, terutama pada anak-anak. Pasalnya, sarapan akan mengisi energi tubuh untuk lebih siap beraktivitas. Namun, bukan berarti bebas sarapan apapun, yang penting kenyang. Pilih menu sarapan sehat, agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.

Prof. Hardinsyah, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia mengatakan,  sarapan yang sehat harus mengandung karbohidrat, protein, dan lemak agar tubuh sehat dan kuat. “Ada karbohidratnya, bisa dari nasi dan roti, ada lemaknya, dan protein atau lauk seperti telur, ikan, ayam, tahu dan tempe,” ujarnya saat ditemui dalam acara “Kerjasama Blue Band dan TP PKK DKI Jakarta (10/11).

Menurutnya, sarapan sangatlah penting, terutama bagi anak-anak. Akibat yang ditimbulkan dari tidak sarapan adalah perut keroncongan, lesu, mengantuk, kurang konsentrasi, dan tidak bersemangat. “Sarapan bisa membuat anak fokus di kelas, tidak mengantuk, menambah semangat, dan tidak menjadi telmi (telat mikir),” kata Prof. Hardinsyah.

Sayangnya, masih banyak anak tak sarapan, salah satu alasannya karena masalah waktu. Untuk menyiasatinya, orangtua harus mengetahui mengapa anak tak mau sarapan. Misalnya, anak takut terlambat ke sekolah. Jika itu alasannya, berarti orangtua harus membuat sarapan yang cepat saji seperti roti, atau nasi goreng.

Namun, agar memenuhi syarat sarapan sehat, jangan lupa menambahkan sayuran di dalam roti atau nasi goreng. Selain itu, tambahkan margarin yang mengandung omega 3 dan 6 serta telur sebagai protein.

Yang juga harus diperhatikan adalah memilih makanan yang cocok untuk perut di pagi hari. Pasalnya, kondisi perut setiap orang berbeda. Bahkan, ada sebagian orang yang enggan sarapan karena takut sakit perut.

“Bisa jadi, orang tersebut tidak terbiasa sarapan. Karena itu, penting menemukan makanan yang mudah menyesuaikan dengan kondisi perut. Sering kali, yang cocok dengan perut kita itu roti, tapi kita malah makan nasi. Kalau sudah tahu, jangan diteruskan, ganti menu dengan yang cocok,” ujar Prof. Hardinsyah. (Gibran Maulana)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Asites
Asites
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Health
Cedera Ligamen Lutut Anterior

Cedera Ligamen Lutut Anterior

Penyakit
Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.