Kompas.com - 25/11/2015, 10:19 WIB
EditorLusia Kus Anna

Pinggang merupakan bagian yang sangat penting karena berfungsi sebagai penumpu atau penyokong berat tubuh bagian atas. Nyeri pada bagian ini bisa disebabkan oleh cedera akibat aktivitas yang berlebihan atau pun pertambahan usia.

Nyeri pinggang memang tampak sederhana tetapi dapat sulit diobati. Ada lebih dari 60 hal yang bisa menyebabkan nyeri di bagian pinggang.

Selain karena faktor penuaan, postur tubuh yang salah dan kegemukan juga bisa memicu nyeri pinggang. Tetapi ada beberapa penyebab yang sering tidak teridentifikasi, misalnya gangguan sendi, bantalan tulang (discus), sendi panggul, dan saraf terjepit.

"Penyebabnya bermacam-macam tapi keluhannya bisa sama, yaitu nyeri pada pinggang bawah. Karena itu perlu diagnosis yang tepat agar tindakannya juga tepat," kata Mahdian.

Ia menambahkan, dokter biasanya sudah bisa mengetahui penyebab nyeri dengan menanyakan pada pasien pola nyerinya dan juga pemeriksaan fisik. Meski begitu terkadang diperlukan pemeriksaan penunjang berupa rontgen atau USG.

"Kalau untuk MRI hanya jika penyebabnya tidak kelihatan jelas dan dokter curiga ada sesuatu. Tetapi pemeriksaan ini mahal," katanya.

Meski nyeri pinggang merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita, tapi tak sedikit orang yang membiarkan nyerinya menetap bertahun-tahun (kronik) karena nyerinya hilang timbul.

Meski masih ada kemungkinan sembuh, nyeri kronik seringkali sulit diobati, bahkan setelah diterapi dengan berbagai obat atau pun pembedahan. Jadi, jangan remehkan sakit pinggang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.