Kompas.com - 08/12/2015, 08:55 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Pengaturan pola makan alias diet dipercaya banyak orang menjadi cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Kita pun bisa memilih metode diet yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan bisa mengikuti metode yang diklaim menurunkan badan dengan instan.

Meski demikian, diet tak melulu soal menurunkan berat badan. Diet juga wajib memperhatikan aspek kesehatan.

“Jika kita ingin melakukan diet dan mengatur pola makan, patokannya adalah seimbang dan teratur. Lihat seperti apa programnya, jenis makanannya apa, pola makannya bagaimana, adakah gizi yang cukup seimbang untuk melakukan aktivitas sehari-hari atau tidak,” kata dr.Sophia Hage, Sp.KO dalam acara Light Weight Day yang diadakan oleh klinik LightHouse Indonesia (5/12/15).

Sophia mengatakan, meski sedang diet namun asupan gizi harus dipenuhi. “Jadi yang harus kita lakukan ketika diet adalah memperhatikan gizi yang seimbang, harus ada karbohidratnya, protein, serat, bahkan lemak pun kita butuh, tapi lemak yang sehat,” katanya.

Pantang terhadap satu jenis makanan saja ketika diet menurutnya juga harus dihilangkan. “Jika kita menolak satu jenis makanan tertentu, maka ada pergolakan batin, sehingga keinginan untuk makan makanan tersebut semakin kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jangan hanya karena ingin mencapai target penurunan berat badan, tubuh malah kekurangan gizi.

“Jika gizi terpenuhi, fungsi tubuh atau metabolisme tubuh akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk meningkatkan metabolisme tubuh, Sophia mengingatkan pentingnya melakukan olahraga bersama dengan pengaturan pola makan.

“Enam bulan pertama saat diet, peran paling besar untuk menurunkan berat badan adalah dari makanan. Selanjutnya, olahraga sangat penting untuk mencegah berat badan naik kembali, mencapai berat badan yang ideal serta membantu kontrol diri,” katanya. (Gibran Linggau)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.