Kompas.com - 10/12/2015, 11:04 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Untuk kebanyakan kanker, terutama tumor padat, kemoterapi adalah terapi utamanya. Tetapi, sekuat apapun kemoterapi efek sampingnya membuat tak nyaman dan bersifat toksik.

Saat ini para peneliti kanker aktif mengembangkan cara-cara baru mengobati kanker tanpa melibatkan kemo. Mereka juga membuat kemajuan dalam mengidentifikasi jenis kanker yang tidak memerlukan pengobatan kemo atau yang tidak meresponnya.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, riset yang dipimpin oleh Dokter Jan Burger dari MD Anderson Cancer Center menemukan bahwa sebagian pasien dengan leukemia limfositik kronis (CLL), jenis umum dari leukemia, responnya jauh lebih baik terhadap obat anti-kanker yang disebut ibrutinib dibandingkan dengan pengobatan kemoterapi standar.

Kanker tersebut berkembang lebih lambat pada orang-orang yang diberi ibrutinib dan responnya lebih baik terhadap obat tersebut, dibanding dengan mereka yang melakukan kemoterapi.

"Ada perbedaan mencolok antara dua kelompok tersebut. Pasien ibrutinib memiliki tingkat respon yang lebih baik dalam segala aspek," kata Burger yang mempresentasikan penemuannya dalam pertemuan tahunan American Society of Hematology.

Setelah dua tahun, 98 persen dari pasien yang mengonsumsi ibrutinib masih hidup, dibandingkan dengan 85 persen yang diobati dengan kemo.

Studi-studi lain telah meneliti apakah pengobatan kemoterapi dapat dilewati, tetapi kebanyakan dari studi tersebut berfokus pada pasien CLL yang tidak merespon pengobatan kemoterapi standar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi Burger menguji ibrutinib pada orang-orang yang melakukan pengobatan lini pertama. Namun, pengobatan ini terbukti sangat mahal.

Sebuah penelitian yang membandingkan ibrutinib sebagai pengobatan lini pertama dengan obat kemoterapi standar selama 10 tahun menyimpulkan bahwa ketika ibrutinib menjadi pengobatan utama terdepan, biaya pengobatan meningkat drastis.

Ibrutinib memang telah disetujui untuk mengobati beberapa kanker, termasuk CLL, tetapi ini dilakukan hanya jika pasien tersebut gagal merespon terapi lainnya.

Halaman:

Sumber Healthland
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.