Kompas.com - 11/12/2015, 15:00 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
Di kehidupan sehari-hari, kerap dijumpai perempuan usia muda yang susah hamil. Sebaliknya, ada perempuan yang usianya menginjak kepala empat masih bisa hamil dengan mudah. Jadi, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk hamil? Kalkulator sel telur IKO dapat menghitungnya.

Ada pasangan suami-istri yang ingin cepat memperoleh keturunan, tetapi ada juga yang menunda memiliki keturunan. Kadang yang terjadi adalah pasangan muda bertahun-tahun tak juga dikaruniai keturunan, sebaliknya ada perempuan berusia di atas 40 tahun tetap bisa hamil dengan mudah.

Kondisi itu melatarbelakangi Budi Wiweko melaksanakan penelitian tahun 2007-2008. Ia berupaya mencari tahu parameter tunggal untuk meramalkan kesuburan perempuan.

Wiweko, yang juga dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), meneliti 1.616 pasien perempuan. Hasilnya, ia menemukan anti mullerian hormone (AMH) yang bisa menjadi parameter umur biologis seseorang. "Usia biologis lebih penting daripada umur kronologis," ujarnya, Selasa (8/12) di Jakarta.

Hal itu berarti, bisa saja seorang perempuan memiliki umur kronologis 25 tahun. Akan tetapi, umur biologisnya jauh lebih tua, misalnya 35 tahun atau lebih. Padahal, untuk bisa hamil, umur biologis perempuan berperan lebih penting dibandingkan umur kronologis.

AMH baru diketahui para peneliti di dunia sekitar tahun 2000. Saat itu, belum diketahui pasti fungsi dan peran AMH dalam sistem reproduksi. Bahkan, pada 2005, AMH belum banyak dilirik peneliti dalam riset teknologi reproduksi.

Padahal, dengan mengetahui kadar AMH, seorang perempuan bisa mengetahui usia biologis dan pola cadangan ovariumnya. Jadi, dokter bisa mengetahui kapan waktu yang tepat bagi pasien untuk hamil dengan memakai teknologi reproduksi berbantu (TRB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meramalkan kapan waktu hamil yang pas dengan mengetahui umur biologis melalui kadar AMH lebih cepat dibandingkan memakai hormon pemicu folikel (follicle stimulating hormone/FSH) dan jumlah folikel antral (antral follicle count/AFC).

Menurut Wiweko, AMH adalah senyawa glikoprotein. Itu diproduksi sel granulosa folikel yang mengelilingi sel telur. Kini, granulosa juga digunakan sebagai penanda cadangan ovarium.

Setelah mengetahui fungsi AMH, Wiweko mengembangkan normogram AMH, daftar kadar AMH perempuan Indonesia berdasarkan kelompok umur. Daftar itu bisa dijadikan patokan untuk mengetahui umur biologis. Dari normogram, diketahui, kadar AMH seorang perempuan untuk hamil setidaknya harus 1,4 nanogram per mililiter (ng/mL).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.