Kompas.com - 12/12/2015, 10:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Walau namanya vaksin campak, ternyata pemberian vaksin ini bukan cuma melindungi bayi dari penyakit campak, tapi juga penyakit infeksi lainnya.

Tim peneliti gabungan dari beberapa universitas di Eropa yang dimuat dalam Science Magazine menyimpulkan, vaksin campak membantu tubuh melawan penyakit infeksi yang mencoba mengambil keuntungan dari sistem imun tubuh yang lemah.

Para peneliti menggunakan data dari masa sebelum dan setelah vaksinasi campak dimulai di Inggris, Amerika Serikat, dan Denmark.

Ternyata, campak bisa merusak memori sistem imun seseorang sehingga kemampuannya melawan bakteri lain berkurang.

Hasil penelitian menemukan, vaksin campak berperan penting dalam menurunkan angka kematian dari penyakit infeksi lain dengan cara menjaga memori sel sistem imun.

Campak diketahui merusak sistem imun sampai dua atau tiga tahun. Selama periode tersebut, orang yang terkena campak beresiko tinggi sakit karena patogen lain.

Vaksin campak baru diperkenalkan pada tahun 1963. Pada tahun 2000, penyakit campak dinyatakan tidak ada lagi di Amerika Serikat. Tetapi di seluruh dunia campak membunuh 17 orang setiap jamnya.

Vaksin campak bisa dicegah dengan pemberian vaksin MMR atau vaksin cmapak. Dalam satu dosis vaksin efektivitasnya melawan campak mencapai 93 persen, dan setelah dua dosis naik menjadi 97 persen.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
Trombosis Vena Dalam (DVT)

Trombosis Vena Dalam (DVT)

Penyakit
Myelofibrosis

Myelofibrosis

Penyakit
5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

Health
Hiperpituarisme

Hiperpituarisme

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.