Kompas.com - 13/12/2015, 16:03 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Mungkin Anda termasuk yang punya fobia terhadap binatang tertentu yang merepotkan. Anda sudah mencoba mengatasinya dengan berbagai cara. Jangan khawatir, peneliti dari Amsterdam menemukan obat manjur untuk mengatasinya.

Periset dari University of Amsterdam membangun konsep "rekonsolidasi" untuk menemukan obat untuk arachnophobia, jenis fobia terhadap laba-laba. Teorinya, ketika memori diaktifkan, memori itu dapat diubah secara fundamental untuk memperkuat atau melemahkannya.

Teori itu ditemukan 15 tahun silam oleh ahli ilmu saraf, Dr Joseph LeDoux yang menemukan pemberian obat pada saat aktivasi memori menakutkan yang menyebabkan amnesia terhadap ketakutan tersebut.

Namun, hingga sekarang amnesia yang diinduksi oleh obat hanya secara menyakinkan terlihat pada ketakutan yang diciptakan di laboratorium dan dialami hewan-hewan dan peserta sehat.

Peneliti kemudian merekrut 45 orang sukarelawan yang masing-masing takut pada laba-baba untuk keperluan penelitian. Mereka diacak untuk menerima satu dosis propranolol, sejenis obat beta-blocker yang digunakan mengobati penyakit jantung dan tekanan darah tinggi atau menerima plasebo (obat tanpa khasiat).

Obat itu diberikan setelah mereka diberi paparan terhadap hewan menakutkan berkaki delapan itu.

Sukarelawan yang mendapatkan propranolol menunjukkan perilaku penghindaran hewan penyebab fobia yang berkurang drastis dan cenderung mendekati laba-laba. Efek ini berlangsung selama satu tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dr Merel Kindt dari University of Amsterdam mengatakan,"Di sini kami membuktikan untuk pertama kali obat yang menyebabkan lupa diberikan berkaitan dengan reaktivitasi memori yang mengubah perilaku menghindari menjadi mendekati pada orang dengan ketakutan akan laba-laba.Pengobatan baru ini lebih mirip bedah daripada terapi."

Menurut peneliti, saat ini pasien dengan penyakit kecemasan dan kelainan stres pascatraumatik secara tipikal mendapatkan sesi berulang terapi cognitive behavioral atau mendapatkan obat yang diminum setiap hari.

Pengobatan itu menyebabkan penurunan gejala secara berangsur dan seringkali sementara.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
PENYAKIT
Klaustrofobia
Klaustrofobia
PENYAKIT
Acrophobia
Acrophobia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.