Kompas.com - 16/12/2015, 10:03 WIB
Ilustrasi | Shutterstock Ilustrasi | ShutterstockIlustrasi | Shutterstock
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyakit kanker sulit diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Pada kanker usus besar, tentu saja sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan.

Ahli bedah digestif atau saluran cerna dari Rumah Sakit Siloam Semanggi, dokter Benny Philippi mengungkapkan,  yang memengaruhi risiko kanker usus besar, yaitu konsumsi makanan tinggi lemak, khususnya lemak hewani dan rendah serat.

Benny menjelaskan, terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak, maka semakin banyak pula pengeluaran cairan empedu di usus. Empedu secara normal memang dikeluarkan untuk mencerna lemak.

“Terlalu banyak cairan empedu di usus besar bisa mengubah empedu sekunder lebih banyak yang bersifat karsinogen di usus,” kata Benny dalam acara peluncuran kampanye edukasi  "Cek Saat BAB, Mari Deteksi Kanker Usus Besar" di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi kalori juga tidak baik, karena akan diubah dalam tubuh menjadi lemak. Terlalu banyak lemak dalam tubuh, pada akhirnya bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

“Orang yang obesitas mendapat banyak penyakit, termasuk kanker,” lanjut Benny.

Kemudian jika kurang konsumsi makanan berserat, maka akan membuat gerakan usus tidak lancar. Konsumsi rendah serat, yaitu kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Benny, pola makan sehat tentu akan menjaga kesehatan usus, termasuk dengan tidak merokok dan konsumsi alkohol.

Selain makanan, kanker usus besar juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan atau riwayat keluarga. Misalnya, ada anggota keluarga yang pernah terkena kanker usus di usia lebih muda atau terdapat polip di usus. Umumnya, kanker usus besar terjadi pada usia di atas 50 tahun. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.