Kompas.com - 21/12/2015, 17:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang belum meratifikasi Farmework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau.

Saat ini, sudah 180 negara di dunia yang meratifikasi FCTC dan tersisa 8 negara yang belum, termasuk Indonesia.

Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Widyastuti Soerojo mengatakan, hal ini menunjukkan kurangnya upaya pemerintah untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya rokok.

"Sebagai bangsa kita tidak merasakan negara hadir. Kita tidak merasa pemerintah berpihak pada kesehatan rakyat," ujar Tuti dalam diskusi Kaleidoskop Pengendalian Konsumsi Rokok: Quo Vadis FCTC di Jakarta, Senin (21/12/2015).

National Profesional for Tobacco Free Initiative World Health Organization (WHO) Dina Kania mengungkapkan, FCTC merupakan pengendalian tembakau yang sangat komprehensif.

FCTC adalah upaya untuk melindungi generasi dari dampak buruk tembakau. Sebab, tembakau tak hanya berdampak butuk terhadap kesehatan, tapi juga sosial dan ekonomi.

Adanya FCTC selama 10 tahun ini, lanjut Dina, sudah menunjukkan hasil yang baik. "Ada FCTC, prevalensi merokok secara global menurun. Tahun 2007 ada 23 persen populasi dunia merokok, 2013 menurun jadi 21 persen," ungkap Dina.

Sangat menyedihkan ketika Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dan dan tentunya dengan jumlah perokok yang tinggi belum meratifikasi FCTC. "Negara terakhir yang meratifikasi FCTC itu Zimbabwe. Malu kita pada Zimbabwe," kata Dina.

Berdasarkan data ASEAN Tobacco Atlas tahun 2014, prevalensi merokok penduduk laki-laki di Indonesia tertinggi di ASEAN, yaitu 66 persen. Konsumsi merokok di kalangan remaja (15-19 tahun) pun meningkat drastis, yaitu 7 persen pada 1995 dan menjadi 20 persen pada 2013 berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.