Kompas.com - 29/12/2015, 07:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Lebih dari 2.700 bayi di Brasil dilaporkan lahir dengan mikrosefali atau kecacatan pertumbuhan otak pada tahun ini. Jumlah ini meningkat drastis dibanding tahun 2014, yaitu hanya sekitar 150 kasus.

Pemerintah Brasil menduga peningkatan kasus mikrosefali akibat infeksi virus zika pada ibu hamil yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Salah satu yang diduga korban virus zika adalah bayi Luzia yang lahir pada Oktober lalu.

Putri Angelica Pereira ini lahir dengan ukuran kepala sangat kecil. Menurut ahli saraf, mikrosefali yang dialami Luzia menyebabkan cerebral palsy. Pada minggu awal kehamilannya, Angelica mengaku sering digigit nyamuk.

Mulanya, gigitan nyamuk hanya dianggap hal biasa, tetapi lama-kelamaan Angelica menderita demam, sakit kepala, ruam, dan rasa terbakar di mata. Dalam waktu empat hari, gejala tersebut hilang.

Pejabat kesehatan di Brasil meyakini, mikrosefali yang dialami putri Angelica dan ribuan bayi lainnya disebabkan oleh wabah virus zika. Namun, dunia internasional menilai terlalu dini untuk memutuskan apa penyebabnya.

AP Photo/Felipe Dana Solange Ferreira meletakkan bayinya yang menderita mikrosefali, Jose Wesley ke dalam ember di rumahnya di Brasil. Menurut Ferreira, Jose menikmati berada di dalam air.
Kasus ini membuat para ibu hamil menjadi panik terkena gigitan nyamuk. Virus zika mulanya dianggap sebagai virus yang tidak terlau berbahaya dibanding demam berdarah dan chikungunya. Virus ini juga ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

Namun, pada bulan November, peneliti Brasil melaporkan infeksi virus zika ditemukan dalam cairan ketuban dua ibu hamil yang janinnya telah didiagnosis dengan mikrosefali.

Kemudian, pada 28 November, peneliti Brasil mengumumkan bahwa virus zika ditemukan dalam jaringan otak bayi yang baru lahir dengan mikrosefali.

Mengenai temuan ini, dunia internasional menyatakan bahwa kaitan antara virus zika dan mikrosefali masih dalam penyelidikan. Penyebab mikrosefali selama ini tercatat karena ada kelainan genetik dan infeksi atau paparan zat beracun selama kehamilan.

Di Indonesia, Lembaga Eikjman pun telah melaporkan kehadiran virus zika kepada Kementerian Kesehatan.

Peneliti Eikjman Institute menemukan virus ini saat terjadi wabah demam dengue di Provinsi Jambi pada periode Desember 2014 sampai April 2015. Meski virusnya ditemukan, Kementerian Kesehatan menyatakan belum ada pasien yang terinfeksi virus zika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber Dailymail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.