Kompas.com - 30/12/2015, 14:45 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bagi beberapa penderita asma, melekakukan aktivatas seperti latihan fisik dan olahraga dapat menjadi masalah. Terkadang hal itu dapat memicu sesak napas atau gejala lainnya bagi penderita asma.

Kuncinya adalah, kita perlu memastikan bahwa asma baik bila dikendalikan dengan obat, dan memilih aktivitas secara hati-hati. Berikut ini adalah beberapa pilihan aktivitas yang baik bagi penderita asma.

 

1. Berjalan

Sebuah studi menemukan, bahwa orang dewasa yang berjalan tiga kali seminggu selama 12 minggu, dapat meningkatkan kontrol dan kebugarannya tanpa menimbulkan serangan asma.

Kita dapat memulai dengan lima menit pemanasan, lalu berjalan selama 30 menit, dan diakhiri dengan pendinginan selama lima menit.

 

2. Yoga

Yoga merupakan aktivitas yang sangat baik bagi penderita asma. Latihan pernapasan dapat mengaktifkan daerah lainnya di paru-paru.

Suatu studi menemukan, orang yang berlatih Hatha yoga selama dua setengah jam per minggu dan dalam 10 minggu, mereka dapat mengurangi obat-obatan asma yang mereka konsumsi. Manfaat yang sama juga dapat kita temukan dari Tai Chi, seni bela diri yang menekankan pernapasan.

 

3. Golf

Permainan golf ternyata tidak hanya bermanfaat bagi pikiran saja. Aktivitas mengayunkan tangan dan berjalan ke tee selanjutnya ini, dapat membantu kita untuk mengurangi gejala asma. Tapi kita juga perlu berhati-hati, apabila memiliki alergi terhadap serbuk sari.

 

4. Olahraga raket

Tenis dan olahraga raket lainnya memungkinkan kita untuk mengeluarkan energi secara teratur di antara bermain dan istirahat di lapangan. Kita juga dapat mengatur kontrol dari kecepatan permainan. Misalnya, berjalan santai dalam mengejar bola.

Yang penting diingat, dehidrasi dapat memperburuk latihan dan menyebabkan asma. Jadi, usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi.

 

5. Berenang

Olahraga ideal untuk penderita asma adalah berenang. Berenang dapat memberikan kita akses untuk bernapas dengan baik. Berenang juga dapat melonggarkan lendir yang terkumpul di paru-paru.

Tapi, kita perlu berhati-hati pada kolam yang banyak mengandung klorin. Pasalnya, klorin yang berlebihan dapat memicu serangan asma. Jadi, jika tercium bau klorin, maka tinggalkan lah. Itulah cara untuk mengetahui klorin yang berlebihan pada kolam renang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.