Kompas.com - 03/01/2016, 18:09 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Apakah Anda sedang berusaha menurunkan berat badan? Beruntung bagi Anda, sebuah studi baru di Cell Metabolism telah mengidentifikasi cara baru, efektif dan sangat mudah untuk menurunkan berat badan.

Bahkan, cara baru ini tidak meminta Anda untuk mengubah pola makan. Cukup membatasi apapun yang Anda makan pada jeda waktu 10 hingga 12 jam - dengan kata lain, jika Anda makan sarapan sekitar pukul 8 pagi, berhentilah makan di antara jam 6 dan 8 malam.

Dalam studi tersebut, para peneliti pertama memeriksa kebiasaan makan sehari-hari peserta dan menemukan, bahwa banyak dari mereka makan secara terus-menerus selama hampir 15 jam - kebanyakan adalah pada jam bangun mereka.

Tetapi, ketika orang-orang telah mulai membatasi konsumsi makan mereka hingga 10-12 jam setiap hari selama 16 minggu, tanpa mengubah makanan yang mereka asup, mereka berhasil kehilangan berat badan rata-rata 3,5 kg, mempunyai lebih banyak energi, dan kualitas tidur lebih baik. Bagian terbaiknya adalah, efek tersebut bertahan selama satu tahun.

Ini juga bukanlah penelitian pertama yang mendukung metode ini. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan, bahwa jenis puasa intermittent ini - istilah untuk setiap diet yang siklusnya antara periode puasa dan tidak berpuasa, membantu orang-orang membakar lebih banyak lemak (dan sedikit otot) untuk energi, mengontrol gula darah dengan lebih baik dan mengurangi risiko diabetes.

Tapi bagaimana mungkin Anda bisa mendapat manfaat besar hanya dengan sedikit membatasi waktu ketika Anda makan selama 3 hingga 5 jam?

Penjelasan yang paling sederhana, kata wakil penulis studi Satchin Panda, ialah bahwa orang-orang berakhir dengan mengonsumsi sedikit makanan ketika mereka berhenti makan lebih cepat.

Sebagai contohnya, jika Anda biasanya mengonsumsi beberapa kue untuk membuat tetap berenergi melewati sesi film seri favorit di larut malam, maka menghindari makanan setelah jam 8 malam akan menghilangkan kalori-kalori kosong dan menghindari masalah gula darah.

Alasan potensial lain dari efek positif ini adalah menambah jumlah waktu kita berpuasa dalam semalam bisa memberi pengaruh positif untuk irama sirkadian, yang mana akan meningkatkan kualitas tidur dan memengaruhi fungsi gen yang melibatkan metabolisme.

Jadi, silahkan mencoba. Selain mudah, metode ini juga tentu lebih sehat dan lebih murah dibandingkan dengan jus pencuci perut atau obat pelangsing lainnya. (Gibran Maulana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.