Kompas.com - 06/01/2016, 11:04 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rasa manis memang menyenangkan namun kita sebaiknya mengonsumsi lebih sedikit gula. Sebuah studi baru menemukan mungkin bagi kita untuk menurunkan konsumsi makanan dan minuman manis.

Faktor yang sedikit dibahas yang membuat diet menjadi sulit adalah masalah toleransi. Tubuh kita terbiasa mendapatkan sejumlah lemak, gula dan garam. Semakin banyak kita makan, semakin terbangun toleransi.

Hal itu membuat kita membutuhkan semakin banyak lemak, gula dan garam untuk mendapatkan "rasa" yang diinginkan.

Sebuah studi membuktikan, sangat mungkin untuk mengembalikan kecenderungan itu dan menenangkan keinginan untuk makan serba manis. Studi-studi lain menemukan mungkin bagi kita untuk melatih kembali lidah agar menginginkan lebih sedikit garam dan jumlah makanan sama yang dapat diterima untuk merasakan kembali cukup asin.

Saat ini sebuah studi kecil yang diterbitkan di jurnal terbitan AS Clinical Nutrition menemukan bahwa pelatihan yang sama dapat mengurangi citarasa seseorang akan makanan dan minuman serba manis.

Penelitian itu merekrut 29 orang yang secara teratur minum paling tidak dua minuman manis sehari. Para sukarelawan ini diminta merating kemanisan beberapa puding dan minuman.

Lalu separuh dari sukarelawan mengurangi gula sampai 40 persen (mereka dapat melakukannya dengan makan atau minum apa pun yang diinginkan) dan membolehkan separuh sukarelawan lainnya melanjutkan pola makannya yang biasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah tiga bulan, para sukarelawan penelitian yang didanai Monell Chemical Senses Center dan PepsiCo kembali makan apa pun yang diinginkan selama sebulan.

Para ilmuwan memonitor segala perubahan pada asupan gula mereka dengan meminta mereka merating puding dan minuman yang sedikit diberi pemanis.

Mereka yang menurunkan jumlah asupan gula selama penelitian secara konsisten melaporkan puding dan minuman dengan sedikit gula terasa lebih manis dibandingkan kelompok yang tidak mengurangi konsumsi gulanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber TIME.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.