Kompas.com - 11/01/2016, 12:40 WIB
EditorLusia Kus Anna

Mendung

Michelle (39) selalu dicekam ketakutan tiap kali langit gelap karena mendung. Benaknya mendadak dibanjiri bayangan kejadian alam yang bisa terjadi di luar kendalinya. ”Mendung itu berpotensi hujan badai, bahkan rasanya juga seperti tanda-tanda kiamat,” ujar ibu dua anak yang tinggal di Solo ini.

Ia baru lega ketika akhirnya hujan turun dengan biasa, tanpa angin kencang dan petir. Mendung gelap amat berdampak pada aktivitas Michelle sehari-hari. Tiap kali langit mendung, ia berdebar-debar, kesulitan berkonsentrasi, juga kehilangan fokus ketika diajak berbincang oleh orang lain.

Perutnya juga selalu bereaksi buruk tiap kali langit gelap, ia mendadak buang-buang air dan sama sekali kehilangan selera makan.

”Aku jadi seperti enggak bisa berpikir, enggak produktif banget tiap kali tahu kalau langit di luar rumah atau kantor sedang mendung. Mungkin kalau aku jadi pegawai, musim hujan yang banyak mendung bisa bikin aku dipecat,” ujar Michelle.

Perempuan yang mengelola bisnis miliknya sendiri ini kerap memilih segera pulang apabila mendung mulai muncul di langit.

Semakin dewasa, ketakutan Michelle bukan berkurang, malah bertambah. Ia juga merasa tidak nyaman berada di ketinggian, misalnya saat bepergian dengan pesawat terbang. Ia pun cemas akan ada gempa apabila berada di dalam gedung tinggi dan tertutup. Ketakutannya berubah menjadi pengalaman traumatik ketika tahun 2006 terjadi gempa di Yogyakarta.

Beragam upaya untuk mengurangi ketakutan sudah ia coba. ”Mulai dari meditasi, yoga, reiki, hingga konsultasi ke psikolog, tetapi belum banyak berkurang. Kalau keadaan terpaksa, ya memang aku tetap keluar rumah, tetapi dengan perasaan kacau dan enggak konsentrasi,” ujarnya.

Proses di otak

Terapis yang juga hypnotherapist bersertifikasi, Anthony Dio Martin, menyebutkan, fobia terbentuk akibat proses stimulus-respons yang berinteraksi terus-menerus sehingga otak terkondisikan (belajar) bahwa sesuatu itu menakutkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.