Kompas.com - 11/01/2016, 12:40 WIB
EditorLusia Kus Anna

Dio Martin merujuk pada teori kondisioning klasik Pavlov, dengan eksperimennya yang terkenal yang menggunakan anjing.

Menurut Dio Martin, proses stimulus-respons yang terjadi di otak itu awalnya memunculkan perasaan cemas yang tidak beralasan, yang karena terus dikondisikan kemudian menjadi takut berlebihan, trauma, dan akhirnya menjadi fobia.

”Untuk penyembuhannya perlu mengubah bagaimana otak kita menyimpan memori tentang hal yang menakutkan itu,” kata Dio Martin.

”Fobia bisa disebabkan oleh sesuatu yang terjelaskan, tapi bisa juga oleh sesuatu yang tidak spesifik. Saya pernah menangani kasus seseorang yang sangat takut sama buah, ternyata pada waktu kecil, dia dipaksa ayahnya untuk makan segala macam buah. Ini penyebabnya jelas. Tetapi, ada juga fobia yang penyebabnya tidak spesifik, seperti takut melihat paruh ayam, mata kucing, dan lainnya. Pokoknya takut,” kata Dio Martin yang mendalami terapi NLP (neuro-linguistic programming) untuk menangani kasus-kasus fobia.

Menurut Dio Martin, fobia bisa disembuhkan, namun penyembuhannya tidak bisa melalui konseling, tetapi harus melalui terapi, karena fobia berhubungan dengan proses di otak.

”Banyak yang menganggap fobia bisa disembuhkan sendiri. Ini sulit dilakukan karena yang bersangkutan tidak bisa menolong dirinya sendiri. Jadi harus dengan bantuan tenaga profesional,” kata Dio Martin.

Tak sedikit penderita fobia yang enggan diterapi karena ”malu” dan menganggap persoalan yang dihadapinya sepele. ”Padahal, fobia itu tidak ada yang konyol. Apalagi kalau sudah sampai mengganggu aktivitas dan berdampak pada kebahagiaan hidupnya. Itu butuh terapi. Jangan sampai potensi untuk khawatir tidak beralasan itu kemudian merembet kepada hal lain,” katanya. (MYR/DAY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.