Kompas.com - 11/01/2016, 16:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Membiarkan bayi bermain dengan mainan tradisional akan membantunya lebih cepat berbicara dan memiliki kosa kata yang banyak.

Mainan tradisional seperti puzzle dari kayu, balok, buku, atau bentuk-bentuk lainnya lebih disarankan dibandingkan dengan mainan elektronik.

Mainan elektronik untuk bayi dan balita yang memproduksi cahaya, kata-kata, dan juga lagu, justru bisa mengurangi kuantitas dan kualitas bahasa anak dibandingkan mainana radisional.

Kesimpulan tersebut dihasilkan dari penelitian yang dilakukan tim dari Northern Arizona University, AS. Mereka melakukan percobaan terkontrol yang melibatkan 26 orangtua dengan anak bayi berusia 10-26 bulan.

Para partisipan diberikan tiga set mainan; mainan elektronik (laptop bayi, mainan ponsel, dan pertanian yang bisa mengeluarkan suara), mainan tradisional (puzzle dari kayu, balok karet bergambar, dan mainan geometri), serta lima papan buku dengan hewan ternak, bentuk, atau tema warna.

Ketika bermain dengan mainan elektronik, orang dewasa lebih sedikit mengajak anak berbicara, lebih sedikit memberi respon, serta lebih sedikit melakukan komunikasi dua arah. Sebaliknya saat anak diberikan mainan tradisional atau buku.

"Untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antara orangtua dan bayinya, mainan tradisional atau membaca buku sangat tepat," tulis para peneliti dalam laporannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Liposarkoma
Liposarkoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.