Kompas.com - 12/01/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi akupuntur ShutterstockIlustrasi akupuntur
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Seorang pria berusia 67 tahun asal Australia mengalami infeksi serius di bagian lehernya setelah menjalani pengobatan akuputur. Infeksi bakteri diduga berasal dari teknik tusuk jarum yang digunakan dalam pengobatan akupuntur.

Dalam kasus yang dilaporkan di jurnal BMJ Case Reports, pria itu berobat ke akupuntur untuk menghilangkan rasa sakit dan kekakuan sendi di lehernya atau sakit spondylosis serviks. Setelah lima minggu menjalani akupuntur, pria itu mengalami demam dan nyeri lehernya justru semakin memburuk.

Ia pun dilarikan ke rumah sakit di Australia Barat karena kondisinya terus menurun. Saat dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan leher pria itu telah mengalami selulitis, yaitu infeksi bakteri serius dari kulit yang dapat menyebar dengan cepat hingga ke bagian lain di tubuh jika tidak segera diobati.

Setelah dilakukan tes darah, pria yang tidak disebutkan namanya itu ternyata terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. Hasil MRI menunjukkan, ia juga menderita septic arthritis, suatu infeksi yang menyerang sendi dan sangat menyakitkan.

Dokter Mark Fisher mengungkapkan, infeksi bakteri bisa berbahaya jika masuk ke aliran darah dan menyebar.

Menurut Fisher, jika infeksi tidak ditemukan lebih awal, bisa menggerogoti tulang di leher, menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang.

"Infeksi seperti ini memang dapat menyebar dengan cepat," kata Fisher.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pria itu pun langsung diberikan antibiotik hingga bersih dari infeksi bakteri. Menurut Fisher, sebuah infeksi di kulit memang dapat berasal dari jarum akupuntur. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Fisher sendiri tak pernah menyarankan seseorang yang menderita spondylosis serviks menjalani akupuntur.

Sementara itu, pejabat kesehatan telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat akupuntur pria tersebut. Namun, hasil penyelidikan menunjukkan, ahli akupuntur tersebut telah melakukan terapi sesuai prosedur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Filariasis
Filariasis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.