Kompas.com - 16/01/2016, 12:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Sebagai kontrasepsi jangka panjang, IUD (intrauterine device) memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan kontrasepsi oral.

IUD atau awam biasa menyebutnya KB Spiral berbentuk seperti huruf T, berukuran sekitar 3 cm dan terbuat dari plastik. IUD dimasukkan oleh dokter kandungan atau bidan ke dalam rahim.

Kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah sel telur dibuahi sel sperma. Namun, seberapa efektifkah alat ini untuk mencegah kehamilan dan bagaimana keamanannya?

Berikut sembilan fakta seputar IUD.

1. Lebih efektif ketimbang pil
Bila Anda tidak ingin hamil dalam waktu dekat, IUD adalah solusi yang tepat. Efektivitas kontrasepsi ini mencapai 99 persen dalam mencegah kehamilan atau sama dengan jika suami Anda melakukan vasektomi. Sementara itu efektivitas pil hanya sekitar 92-97 persen jika diminum rutin.

2. Memasangnya tidak selalu menyakitkan
Banyak wanita yang takut membayangkan prosedur pemasangan IUD. Faktanya, prosesnya tak lebih dari 5 menit dan umumnya tak menyakitkan.

Pada sebagian wanita, melakukan pemasangan IUD setelah menstruasi adalah waktu yang tepat karena mulut rahim mereka terbuka lebih besar. 

3. Membuat haid lebih berat atau justru tidak ada
Ada beberapa merek IUD yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Anda bisa memilih produk yang memiliki hormon atau tidak.

IUD yang mengandung hormon progesteron akan membuat periode menstruasi lebih singkat, bahkan 20 persen wanita tidak mengalami haid. Sementara itu IUD tanpa hormonal membuat darah haid yang keluar lebih banyak dan periodenya lebih lama.

4. Sangat aman
IUD generasi baru lebih aman. IUD model lama dari tahun 1970-an memang meningkatkan risiko infeksi panggul dan infertilitas. Namun produk itu telah ditarik dan tak boleh beredar lagi.

WHO maupun American Medical Association bahkan menyebut IUD sebagai metode pengontrol kelahiran teraman, paling efektif dan paling tahan lama pada wanita.

5. Tak repot
Anda tak perlu mengingat jadwal minum pil harian atau menyuntikkan hormon setiap tiga bulanan. Sekali IUD masuk, kontrasepsi ini dapat bertahan 3 sampai 10 tahun (tergantung model apa yang Anda pilih). Ini merupakan salah satu alasan terbesar mengapa IUD sangat efektif.
Kasus IUD terlepas dan keluar sangat jarang dan jika milik Anda keluar, mudah mengetahuinya.

6. Tak mengganggu hubungan seks
Kekhawatiran akan benang IUD yang mengganggu hubungan seksual sebenarnya tak terbukti. Beberapa produk IDU memiliki benang yang sangat lembut. Rasa tertusuk yang dirasakan pria bisa terjadi jika dokter memotong benangnya terlalu pendek. Bila ini terjadi, datanglah kembali ke dokter untuk memperbaikinya.

7. Murah
Sebagian orang memang menganggap kontrasepsi ini mahal. Tetapi jika kita membaginya dengan jumlah tahun IUD yang Anda pasang lalu membandingkannya dengan biaya  kontrasepsi lain, IUD masih lebih murah.

8. Tak merusak kesuburan
IUD juga menjadi pilihan yang tepat untuk menunda kehamilan kedua atau seterusnya. Kontrasepsi ini tidak menurunkan tingkat kesuburan. Dalam penelitian sekitar 85 persen wanita dapat hamil dalam periode satu tahun setelah IUD dilepas. (Gibran Linggau)

Baca juga: Alat Kontrasepsi Pilihan Para Tenaga Kesehatan
Tiga Metode Kontrasepsi Paling Populer di Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.