Kompas.com - 19/01/2016, 07:15 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Setiap ada orang yang mendadak meninggal tanpa ada penyakit yang mendahului, biasanya orang langsung menebak penyebabnya akibat serangan jantung. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Kematian jantung mendadak (sudden cardiac death/SCD) adalah kematian mendadak akibat jantung kehilangan fungsinya. Penyakit ini juga bertanggung jawab pada separuh dari kematian akibat penyakit jantung.

Kematian mendadak bukanlah penyakit jantung, tapi bisa terjadi ketika serangan jantung.

Serangan jantung terjadi ketika terjadi sumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah ke jantung sehingga jantung tidak mendapat pasokan darah dan oksigen. Kondisi itu menyebabkan kerusakan jantung.

Sebaliknya, kematian jantung mendadak terjadi saat sistem listrik di jantung tidak berfungsi dan mendadak menjadi tak teratur. Jantung berdetak sangat cepat dan berbahaya.

Ventrikel jantung akan menggelar dan darah tidak tersirkulasi ke tubuh. Pada beberapa menit pertama, kekhawatiran terbesar adalah aliran darah ke otak berkurang drastis sehingga seseorang kehilangan kesadaran.

Tanpa penanangan segera, korban bisa saja meninggal. Terapi gawat darurat meliputi pemberian CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau defibrilasi.

Gejala

Sebagian orang merasakan gejala jantung berhenti berfungsi, misalnya saja detak jantung sangat cepat atau merasa kelelahan. Ini merupakan tanda irama jantung bermasalah. Tapi, tak sedikit kasus yang tidak bergejala.

Kebanyakan kematian jantung mendadak disebabkan irama jantung abnormal yang disebut aritmia. Akibat dari kondisi ini kerja jantung memompa darah akan terganggu.

Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko kematian jantung mendadak. Misalnya saja pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, punya penyakit jantung koroner, ada riwayat sakit jantung dalam keluarga, diabetes tak terkontrol, atau obesitas.

Baca juga: Jangan Abaikan Gejala Awal Kematian Mendadak akibat Jantung


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WEBMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.