Lilin Beraroma Berpotensi Sebabkan Kanker?

Kompas.com - 19/01/2016, 08:00 WIB
Ilustrasi lilin beraroma. ThinkstockphotosIlustrasi lilin beraroma.
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Menyalakan lilin beraroma merupakan salah satu cara untuk menyegarkan ruangan dan membuat suasana lebih nyaman. Tapi, berhati-hatilah menggunakan lilin beraroma.

Lilin beraroma ternyata bisa membahayakan kesehatan. Ini karena zat kimia yang memberi keharuman itu mengandung zat karsinogenik alias memicu kanker. Selain lilin, yang juga harus diperhatikan adalah pengharum ruangan lainnya.

Para ahli mengatakan, parfum sederhana bisa bermutasi saat kontak dengan udara. Jika ruangan tidak memiliki ventilasi yang baik, akan terbentuk kadar yang membahayakan di udara.

Penelitian mengenai hal tersebut dilakukan pada 6 rumah modern selama lima hari oleh Profesor Alastair Lewis dari National Centre for Atmospheric Science University of York.

Pertama-tama ia mengukur level dari votalite organic chemicals (VOC) dan menemukan beberapa kandungan di udara, termasuk benzene yang berasal dari polutan kendaraan di luar, dan alpha-pinene, parfum pinus yang dipakai dalam berbagai produk pembersih.

Tetapi zat yang menarik perhatian adalah limonene, yang dilepaskan oleh lilin beraroma, penyegar ruangan, semprotan pewangi, atau produk pembersih.

Limone banyak dipakai untuk memberikan aroma jeruk pada lilin wangi dan produk pembersih. Zat ini dianggap aman sehingga juga dipakai dalam perasa makanan.

Tetapi, jika disemprotkan di ruangan zat ini akan berubah karena ia bereaksi dengan gas lainnya yang secara alami terdapat di udara.

Ketika dites di laboratorium oleh Lewis, ternyata jika terpapar ozon di udara kita, limone akan membentuk zat kimia lain, yaitu formaldehyde.

Zat formaldehyde biasanya ditemukan pada pembalseman dan industri berat. Sejak lama zat ini dikaitkan dengan kanker hidung dan tenggorokan.

Jika kita terpapar formaldehyde kita juga akan mengalami mata gatal, mimisan, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Walau demikian, dalam penelitian juga terungkap adanya tanaman di dalam ruangan bisa membantu menurunkan level formaldehyde.

Jenis tanaman yang direkomendasikan adalah geranium, levender, serta English Ivy. Tanaman ini merupakan penyerap racun terbaik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber Dailymail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X