Kompas.com - 22/01/2016, 18:07 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Belum banyak yang tahu bahwa bakteri di tubuh bisa mengalami resisten terhadap antimikroba atau antibiotik. Resistensi antibiotik merupakan masalah serius. Apalagi, jika pasien mengalami multiresisten. Infeksi bakteri menjadi tidak bisa diatasi dengan semua generasi antibiotik.

"Resisten antibiotik membuat penyakitnya lama sembuhnya atau enggak sembuh-sembuh dan bisa menyebabkan kematian," ujar Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba ( KPRA) Kementerian Kesehatan RI, dokter Harry Parathon dalam diskusi di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Harry mengungkapkan, di Indonesia ada sekitar 135.000 kematian per tahun akibat resistensi antibiotik. Survei tahun 2013 di 6 rumah sakit di Indonesia menunjukkan, bakteri Escherichia coli dan Klebsiela pneumonia telah memproduksi enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) sekitar 40-60 persen.

Hal itu menunjukkan bakteri telah resisten terhadap antibiotik. Lantas, bagaimana menyembuhkan pasien yang sudah kebal dengan antibiotik?

Menurut Harry, pengobatan pasien tentu tidak akan dipaksa dengan antibiotik. Namun, pengobatan pasien akan sangat lama di rumah sakit.

"Kemarin kami memulangkan pasien resisten yang dirawat 146 hari. Selama 46 hari saja diberi antibiotik. Selebihnya kita isolasi, kita beri makan yang bagus, sampai kekebalan tubuhnya bagus. Jadi masih ada harapan," terang Harry.

Harry mengatakan, saat ini tengah dilakukan analisis data pola penggunaan antibiotik di rumah sakit. Menurut WHO, 50 persen penyakit yang selama ini diberikan antibiotik ternyata tidak perlu antibiotik.

"Operasi amandel, cesar, tumor jinak payudara tidak perlu antibiotik, sunat juga tidak perlu. Banyak operasi dan penyakit yang tidak perlu antibiotik," ungkap Harry.

KPRA akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pelatihan mengenai resistensi antibiotik di 14 rumah sakit rujukan nasional, kemudian 110 rumah sakit regional dan provinsi.

Upaya itu dilakukan untuk menekan laju resistensi antibiotik di Indonesia. Sebab, untuk membuat antibiotik baru saja butuh waktu puluhan tahun. Jika resisten antibiotik tidak segera dikendalikan, dapat menjadi pembunuh terbesar di dunia pada tahun 2050.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.