Sekali Lagi... Diabetes Bukan Faktor Keturunan!

Kompas.com - 27/01/2016, 07:03 WIB
Ilustrasi eko.nugroho.web.idIlustrasi
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Sebagian besar orang beranggapan bahwa penyebab diabetes adalah faktor keturunan. Anggapan itu tidak benar. Diabetes bisa menyerang siapa saja, baik yang memiliki riwayat keturunan diabetes maupun tidak.

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Hal itu disebabkan karena terganggunya kerja hormon insulin, yaitu hormon yang berhubungan dengan metabolisme gula sehingga kurang optimal menjaga kadar gula darah tetap normal.

Urusannya panjang kalau dibiarkan. Pasalnya, diabetes bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada organ tubuh, kebutaan, sakit ginjal, bahkan sampai menyebabkan amputasi, dan kematian.

Selain faktor keturunan, gaya hidup disebut-sebut berkontribusi besar pada risiko seseorang terkena diabetes. Pola hidup tersebut meliputi asupan gula berlebih, makanan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kurang istirahat. Hal itulah penyebab seseorang yang tidak punya riwayat keturunan diabetes tetapi memiliki risiko terkena diabetes.

Karena itulah, membatasi asupan gula dan menerapkan pola hidup sehat adalah salah satu cara paling ampuh menurunkan risiko diabetes.

Kebiasaan Hidup Sehat

Coba ingat-ingat, kapan terakhir Anda berolahraga? Selain membakar lemak, aktivitas fisik juga membantu menurunkan risiko diabetes. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya total 150 menit dalam seminggu.

Selain itu, terapkan pola makan bergizi seimbang. Batasi asupan karbohidrat sederhana dan lemak, serta perbanyak asupan serat dan makanan alami yang kaya vitamin dan mineral.

Makanan berserat, misalnya beras merah, sayuran, dan buah-buahan lebih lambat dicerna di dalam sistem pencernaan sehingga kadar gula tak melonjak tinggi begitu selesai menyantap. Perut pun tak cepat merasa lapar.

Hindari juga stres berikut pemicunya. Stres bisa menyebabkan berbagai gangguan di dalam tubuh, termasuk memicu diabetes.

Terakhir, batasi asupan gula harian Anda. World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan pembatasan asupan gula sampai 25 gram atau setara dengan dua sendok makan per hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan tambahan bagi orang dewasa.

Hati-hati, asupan gula harian bukan hanya dari yang ditambahkan ke dalam teh atau kopi. Asupan gula juga didapatkan dari yang "tersembunyi" dalam makanan dan minuman yang Anda santap.

Satu kaleng minuman soda bisa, misalnya, mengandung 30 gram gula. Minuman teh kemasan botol juga bisa mengandung 26 gram gula, sedangkan dua potong martabak manis mengandung sampai 30 gram gula. Dari makanan dan minuman itu, bisa Anda lihat sendiri batas asupan gula harian sangat mudah terlampaui, bukan?

Tentu, membatasi asupan gula harian bukan berarti menghindari rasa manis. Anda bisa mengganti gula Anda dengan gula rendah kalori Tropicana Slim. Selain rendah kalori, rasa gula ini juga semanis gula yang biasa dikonsumsi. Dengan membatasi asupan gula, dan menerapkan hidup sehat, risiko diabetes pun bisa diturunkan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X