Kompas.com - 28/01/2016, 07:25 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Zat besi adalah mineral vital untuk pembentukan hemoglobin, bagian sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida. Hemoglobin menjemput oksigen dari paru-paru, lalu lewat darah merah mengedarkannya ke semua sel tubuh termasuk kulit dan otot. Kemudian mengambil karbondioksida, mengantarkannya ke paru-paru untuk dikeluarkan lewat napas.

Jika tubuh kekurangan zat besi, muncullah kondisi yang disebut kurang zat besi yang dapat berkembang menjadi anemia. Anemia adalah kondisi di mana jumlah zat besi sangat rendah, sehingga sel darah merah tidak sanggup berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Gejala anemia antara lain adalah:

Kelelahan

Kulit pucat

Lemah kurang tenaga

Pusing

Glositis atau radang lidah

 

Sumber zat besi

Tubuh menyerap zat besi dua hingga tiga kali lebih banyak dari makanan hewani dibanding nabati. Beberapa sumber alami zat besi yang baik adalah:

Daging sapi rendah lemak

Daging kalkun

Daging ayam

Daging babi rendah lemak

Ikan

 

Meski jumlah zat besi yang diserap dari tumbuhan lebih sedikit, tapi setiap miligramnya sangat berharga. Tambahkan vitamin C ke dalam menu makan harian Anda, terutama bagi yang vegetarian. Ini akan membantu penyerapan zat besi. Demikian saran Caroline Kaufman, MS, RDN, ahli nutrisi dari Los Angeles.

Beberapa makanan nabati sumber zat besi adalah kacang-kacangan, biji-bijian, sayur berdaun hijau tua seperti kangkung dan bayam, sereal yang diperkaya zat besi, gandum.

 

Siapa berisiko anemia?

Wanita hamil dan menyusui adalah kelompok pertama yang berisiko. Peningkatan volume darah membutuhkan lebih banyak zat besi untuk diberikan ke bayi atau janin, demi pertumbuhan organ tubuhnya.

Anak-anak adalah kelompok kedua. Bayi sampai umur enam bulan menyimpan cukup zat besi di dalam tubuhnya. Setelah itu, jumlahnya turun. ASI dan suplemen zat besi khusus bayi dapat mengganti suplai yang turun, jika makanan padat yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan zat besinya.

Kebalikan dari ASI, susu sapi miskin zat besi. Ketika anak-anak minum susu sapi terlalu banyak, makanan lain akan terdesak keluar atau anak jadi kurang mau makan makanan lain, karena merasa kenyang.

Akibatnya, risiko anemia susu meningkat. Anemia susu adalah anemia karena terlalu banyak mengonsumsi susu sapi. Seorang anak tidak dianjurkan minum lebih dari dua gelas susu perhari, kata Kaufman.

Gadis remaja juga banyak yang berisiko anemia, karena keinginan diet yang sedang menggebu-gebu. Wanita dengan periode haid yang berat, pun rentan terkena anemia.

 

Mencegah defisiensi zat besi

Terapkan pola makan seimbang dengan mengasup makanan sumber-sumber zat besi di atas. Kombinasikan sayur yang mengandung zat besi dengan buah yang kaya vitamin C dalam waktu yang bersamaan.

Jika Anda terlanjur mengidap anemia berat, pergilah untuk memeriksakan diri ke dokter supaya bisa segera mendapat suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Urtikaria
Urtikaria
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.