Kompas.com - 01/02/2016, 13:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif sudah terbukti menyehatkan bayi. Bahkan, menurut studi terbaru sekitar 800 kematian bayi pertahun bisa dicegah jika para ibu mau memberikan ASI-nya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet juga menunjukkan bahwa 20 ribu kematian akibat kanker payudara per tahun bisa dicegah. Ibu yang memberikan ASI eksklusif dan berlanjut hingga minimal usia 12 bulan memang lebih rendah risikonya mengalami kanker payudara.

"Ada kesalahpahaman bahwa ASI dapat diganti dengan produk susu buatan tanpa konsekuensi merugikan. Keputusan untuk tidak menyusui memiliki efek negatif yang jangka panjang pada kesehatan, gizi dan perkembangan anak-anak, serta kesehatan perempuan," ujar peneliti utama, profesor Cesar Victora seperti dikutip dari Telegraph.

Janet Fyle dari Royal College of Midwives menambahkan, penelitian ini memperkuat alasan bahwa menyusui merupakan nutrisi yang paling tepat untuk bayi. ASI juga meningkatkan kecerdasan anak, meningkatkan harapan hidup, dan mengurangi risiko anak terkena diabetes dan obesitas.

Peneliti pun menyayangkan hanya 0,5 persen bayi di Inggris yang mendapat ASI hingga usia 12 bulan. Kemudian, hanya 37 persen mendapat ASI eksklusif. Sementara itu, penelitian dari Brunel University menyarankan waktu optimal wanita menyusui adalah 18 bulan.

WHO pun menyarankan sebaiknya hingga menyusui hingga dua tahun, yaitu selama 6 bulan ASI eksklusif dan setelahnya diikuti makanan pendamping ASI. Keberhasilan ibu dalam menyusui sangat dipengaruhi oleh dukungan orang sekitar dan lingkungan tempat tinggal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.