Kompas.com - 02/02/2016, 10:57 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com — World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia akhirnya menetapkan wabah virus Zika di Amerika Latin menjadi status darurat global. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Margaret Chan seusai rapat darurat di Geneva, Swiss, Senin (1/2/2016).

Namun, Chan mengakui, status darurat global ini ditetapkan meski belum ada kepastian tentang penyakit dari virus Zika. Namun, kasusnya sudah meluas sehingga perlu segera diambil tindakan. Para ahli khawatir virus akan menyebar lebih jauh dan cepat. 

Chan meminta semua negara untuk memberikan perhatian lebih dan kewaspadaan terhadap ancaman virus Zika. Chan mengatakan, prioritas penanganan virus Zika adalah dengan melindungi ibu hamil dan bayi dengan mengendalikan nyamuk yang menyebarkan virus.

WHO juga memperingatkan wanita hamil untuk menunda perjalanan ke daerah yang terserang virus Zika dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Saat ini, belum ada vaksin atau obat untuk menghentikan virus Zika. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan ialah menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus.

Chan meminta para pejabat kesehatan setempat untuk tegas meminta ibu hamil mengenakan pakaian yang tepat untuk menghindari gigitan nyamuk, mengenakan obat nyamuk, atau bahkan tidur mengenakan kelambu di kamar.

Hal senada dikatakan Anthony Fauci selaku National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Menurut dia, dengan dikeluarkannya status darurat kesehatan global oleh WHO, pemerintah setempat harus lebih memperhatikan pencegahan penularan virus Zika.

Sama seperti virus Ebola, WHO mengaku akan memberikan perhatian terhadap virus Zika. Sejumlah penelitian akan dilakukan dan mengerahkan bantuan untuk mengatasi infeksi.

Virus Zika merupakan infeksi yang dikaitkan dengan kasus-kasus mikrosefali terhadap bayi yang baru lahir. Bayi memiliki kelainan perkembangan otak sehingga volume kepalanya pun lebih kecil dari ukuran normal.

Di Brasil, terdapat 4000 kasus mikrosefali yang dilaporkan sejak Oktober 2015. Kasus ini merupakan peningkatan yang sangat drastis. Kini, lebih dari 20 negara telah terserang virus Zika. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.