Kompas.com - 02/02/2016, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Berbagi bakteri di ruang operasi lazimnya amat terlarang. Namun eksperimen baru justru memberi bayi yang dilahirkan lewat operasi caesar kuman dari vagina ibu, tempat bayi mendapatkan paparan pertama bakteri.

Bayi kelahiran operasi caesar tidak mendapatkan paparan itu yang justru berdampak merugikan kesehatannya di masa depan. Oleh karena itu periset melaporkan mereka paling tidak memberi mikroba pada bayi yang dilahirkan lewat operasi dengan mengoleskan cairan vagina ibu dua menit setelah dilahirkan.

"Apa yang akan kami tunjukkan adalah bagaimana bayi mendapatkan mikrobiome," kata ahli mikrobiologi Maria Gloria Dominguez Bello dari New York University, pemimpin studi yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine itu.

Dibutuhkan lebih banyak riset untuk membuktikan apakah teknik itu bekerja dengan baik atau memperbaiki kesehatan bayi kelak ketika ia tumbuh besar.

Langkah pertama usaha untuk memanipulasi mikroba pada bayi kelahiran lewat operasi itu adalah membandingkan tujuh bayi yang dilahirkan secara normal dengan 11 yang dilahirkan lewat operasi.

Dari 11 bayi itu empat mendapatkan olesan bakteri dari vagina ibu. Pada bulan berikutnya, periset mengambil lebih dari 1.500 sampel dari bagian tubuh berbeda untuk melihat bagaimana mikrobiome bayi itu sendiri berkembang.

Dilaporkan bayi kelahiran operasi yang diberi olesan kuman dari ibu ternyata mengalami lingkungan mikroba yang berkembang serupa dengan bayi yang dilahirkan secara normal dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan olesan.

Secara khusus, bayi kelahiran operasi yang diberi paparan kuman menjadi inang bagi dua spesies bakteri Lactobacillus dan Bacteroides yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Bakteri baik ini keberadaannya nyaris tak ada pada bayi yang dilahirkan lewat operasi.

Pertanyaan selanjutnya, apakah pemaparan bakteri itu bakal berdampak pada kesehatan yang lebih baik di masa depan. Pasalnya, studi-studi sebelumnya menemukan bayi kelahiran operasi berisiko lebih tinggi menderita asma, alergi dan penyakit lain yang tak diketahui sebabnya.

Dominguez-Bello memulai studi pilot ini di University of Puerto Rico dan sekarang melanjutkan studi itu di New York University dengan 84 mikrobiome bayi yang dites selama setahun. Ia sudah mendapatkan 13 ribu sampel yang menanti dianalisa jika ia mendapatkan dana penelitian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Milia
Milia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.