Kompas.com - 02/02/2016, 21:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Penyakit infeksi saluran kemih (ISK) cukup sering diderita, terutama pada wanita. Buang air kecil sebelum berhubungan seksual dipercaya bisa mencegah penyakit ini.

Infeksi saluran kemih terjadi ketika kandung kemih terinfeksi, biasanya oleh bakteri yang masuk melalui saluran kemih.

Hubungan seksual merupakan penyebab tersering ISK pada wanita usia produktif. Walau para ahli sering menyarankan untuk berhubungan seks sebelum dan setelah bercinta untuk menghindari ISK, tapi cara tersebut ternyata tak selalu efektif.

Ada pro dan kontra mengenai kapan waktu yang tepat untuk buang air kecil demi mencegah ISK.

Menurut Dr.David Kaufman, ahli urologi, buang air kecil sebelum bercinta adalah penyebab utama infeksi saluran kemih pasca penetrasi.

"ISK juga bisa terjadi selama hubungan seks, bakteri terdorong masuk ke kandung kemih," kata Kaufman.

Sementara itu, jika tidak buang air kecil sebelum bercinta berarti kandung kemih terisi penuh sehingga saat pipis alirannya menjadi lebih kuat, kondisi ini menyebabkan bakteri lebih mudah digelontor keluar.

Bakteri penyebab ISK hidup secara alami di area yang disebut perineum (antara anus, vagina, dan uretra). Hubungan seksual bisa menyebabkan bakteri itu berpindah dari area ini ke kandung kemih melalui saluran uretra.

"Buang air kecil setelah bercinta berarti kita membuang bakteri yang berdiam selama penetrasi seksual ke uretra, yang merupakan pemicu bakteri itu berpindah ke kandung kemih," kata Dr.Zaki Almallah, konsultan urologi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.