Hati-hati, Risiko Diabetes Gestasional saat Hamil

Kompas.com - 04/02/2016, 18:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang terjadi pada wanita hamil, dan sebelum dia hamil tidak menderita diabetes. Beberapa wanita bisa menderita diabetes gestasional lebih dari sekali.

Diabetes jenis ini biasanya muncul di tengah masa kehamilan, antara minggu ke-24 sampai ke-28. Penyebab paling umum adalah pola makan tidak terkontrol, terlalu banyak mengasup gula dan kalori, serta kurang aktivitas fisik.

Diabetes gestasional bisa dikontrol dan dicegah dengan pola makan sehat dan olahraga teratur. Kadang, wanita dengan diabetes gestasional harus menjalani terapi insulin.

Masalah yang ditimbulkan oleh diabetes gestasional

Ibu hamil yang kadar gula darahnya tidak terkontrol mungkin akan mengalami beberapa risiko tak menyenangkan, dan bahkan kadang membahayakan seperti:

1. Ukuran bayi terlalu besar
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar gula bayi, tinggi. Bayi menjadi kelebihan asupan gula dan tumbuh besar di atas ukuran normal.

Selain membuat ibu tidak nyaman, ukuran bayi terlalu besar dapat membahayakan baik ibu maupun si bayi itu sendiri, saat persalinan.

Biasanya, bayi harus dikeluarkan dari rahim dengan operasi Caesar. Bayi juga berisiko mengalami kerusakan saraf, karena tekanan besar di bagian bahu saat persalinan.

Wanita yang melahirkan dengan cara Caesar, butuh waktu lebih lama untuk pulih dibanding wanita yang melahirkan dengan cara vaginal.

2. Tekanan darah tinggi (preeklamsia)
Diabetes seringkali menjadi pemicu penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi. Ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah yang tinggi, dia sangat berisiko mengalami preeklamsia. Ini adalah masalah serius yang perlu diawasi dengan ketat oleh dokter.

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan bahaya pada ibu dan bayinya yang belum lahir, mungkin menyebabkan bayi lahir lebih awal dan juga dapat menyebabkan kejang atau stroke (pembekuan darah atau pendarahan di otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak) pada wanita selama persalinan.

Wanita dengan diabetes lebih sering menderita tekanan darah tinggi daripada wanita tanpa diabetes.

3. Kadar gula darah rendah (Hipoglikemia)
Terapi insulin untuk penderita diabetes mungkin bisa menyebabkan kadar gula turun menjadi terlalu rendah. Kadar gula terlalu rendah, bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Wanita hamil yang menderita diabetes harus mengawasi kadar gulanya dengan ketat, agar tetap di batas normal. Jika tidak, bayi yang dilahirkannya berisiko menderita hipoglikemia juga.

Sebaiknya dokter benar-benar mengawasi kadar gula bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes, selama beberapa jam setelah bayi itu lahir.

5 tip untuk ibu dengan diabetes gestational

Makan sehat
Terapkan pola makan khusus ibu hamil dengan diabetes. Anda bisa bertanya pada dokter mengenai detailnya.

Aturan dasar yang sebaiknya Anda patuhi adalah makan dari sumber yang beragam dan segar demi memenuhi kebtmutuhan nutrisi selama kehamilan, hindari terlalu banyak konsumsi gula dan kalori.

Olahraga teratur
Olahraga adalah cara lain untuk mengontrol kadar gula tetap dalam batas normal. Berolahragalah dengan intensitas sedang selama 30 menit perhari, lima hari dalam seminggu. Jalan, renang, bermain bersama anak, dan yoga khusus ibu hamil dapat menjadi pilihan.

Sering cek gula darah
Karena kehamilan menyebabkan kebutuhan tubuh akan energi berubah, kadar gula juga bisa berubah dengan cepat. Seringlah memonitor kadar gula Anda sesuai anjuran dokter.

Terapi insulin, jika diperlukan
Kadang wanita dengan diabetes gestasional membutuhkan insulin. Jadwal dan kadarnya harus ditentukan oleh dokter.

Cek setelah melahirkan
Enam sampai 12 minggu setelah melahirkan, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Kemudian setiap tiga tahun sekali.


Kebanyakan diabetes gestasional hilang begitu saja setelah bayi lahir. Jika tidak hilang, artinya sang Ibu menderita diabetes tipe-2.

Meski diabetes gestasional hilang setelah melahirkan, penelitian menyebutkan bahwa setengah dari ibu penderita diabetes gestasional, akhirnya menderita diabetes tipe-2.

Karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes gestasional untuk terus menerapkan pola makan sehat dan berolahraga setelah melahirkan supaya terhindar atau menunda munculnya diabetes tipe-2.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber CDC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X