Kompas.com - 06/02/2016, 09:21 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com –Pejabat kesehatan di Brasil mengonfirmasi adanya kasus infeksi virus Zika pertama yang menular melalui transfusi darah. Virus Zika menular kepada dua orang yang mendapat transfusi darah dari seseorang yang telah terinfeksi Zika.

Departemen Kesehatan di Campinas mengungkapkan, seorang pasien mendapat transfusi darah pada April 2015 karena mengalami luka tembak. Orang tersebut pun meninggal bukan karena terinfeksi Zika, melainkan memang karena luka tembaknya yang parah.

Sedangkan pasien kedua diketahui mendapat transfusi darah dari donor yang ternyata telah terinfeksi Zika pada Maret 2015. Infeksi Zika pada pria ini pun tidak memunculkan gejala.   

Dengan adanya temuan ini, bank darah menegaskan bahwa seseorang tidak boleh mendonorkan darah selama 30 hari dari waktu pemulihan infeksi virus. Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa kasus penularan zika sebagian besar dari gigitan nyamuk.

"Penularan virus melalui transfusi darah sangat langka dan tidak menjadi faktor penting dalam epidemi. Pemerintah dan masyarakat harusnya fokus untuk menghilangkan nyamuk yang merupakan penularan utama," ujar Direktur Bank Darah Universitas Campinas, Marcelo Addas Carvalho.

Temuan ini menguatkan dugaan Zika tak hanya bisa menular lewat gigitan nyamuk semata. Sebelumnya, virus Zika juga terkonfimasi menular melalui hubungan seksual di Texas, Amerika Serikat.

Virus Zika saat ini dilaporkan telah terjadi di lebih 30 negara dan sebagian besar terjadi di kawasan Amerika tengah dan selatan. Virus ZIka pun telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat kesehatan karena berkaitan dengan meningkatnya ibu hami lterinfeksi Zika yang melahirkan anak dengan mikrosefali atau kepala kecil karena gangguan perkembangan otak.

Meski belum terbukti secara ilmiah, virus Zika juga dikaitkan dengan gangguan autoimun dan sindrom sindrom Guillian Barre yang bisa menyebabkan kelumpuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.