Kompas.com - 09/02/2016, 17:07 WIB
Aktivis LGBT menggelar aksi peringatan Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (17/5/2015). Yunanto Wiji UtomoAktivis LGBT menggelar aksi peringatan Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (17/5/2015).
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli Neurologi, Dr. Ryu Hasan mengatakan, kaum Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) adalah bagian dari variasi kehidupan. Sehingga, mereka tak perlu dipandang sebagai kaum yang berbeda apalagi dipandang sebagai penyakit.

Ia mengungkapkan alasan kaum homoseksual jumlahnya jauh lebih sedikit adalah karena, mereka tak bisa menurunkan sifatnya. Hal ini berbeda dengan manusia heteroseksual.

"Ini semua adalah variasi kehidupan. Kenapa orang homo lebih sedikit, ya mereka tidak bisa menurunkan sifatnya. Tapi dari sebagian keturunan homoseksual itu ada yang berorientasi ke homoseksual," kata Ryu di Kantor LBH Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika dilihat dari sudut pandang sains, fenomena ini bukan perkara jujur-tidak atau baik-buruk. Perilaku seseorang, kata dia, dikendalikan penuh oleh hormon yang ada dalam tubuh.

Dia mengungkapkan, pada awalnya semua manusia adalah perempuan saat berada dalam janin. Namun kemudian, terjadi perubahan atau diferensiasi. Sehingga, sebagian tetap menjadi perempuan dan sebagian lagi bergeser menjadi laki-laki.

"Yang memicu adalah impuls pada syaraf. Kenapa pada syaraf? Karena organ yang pertama kali terbentuk sebelum organ-organ (seks)," ujar Ryu.

Ia melanjutkan, sebelum organ seks terbentuk, otak sudah terbentuk. Sehingga, otak lah yang berperan mengatur pembentukan organisasi-organisasi di bawahnya. Adapun yang memicu otak bekerja demikian adalah lonjakan dari hormon testosteron.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kenapa? Itu peran kromosom Y. Adanya kromosom Y yang di dalamnya ada gen SRY. Itu yang memicu lonjakan testosteron pada minggu ke-8 usia janin manusia," imbuhnya.

Dari titik itu lah, lanjut Ryu, terjadi perubahan dari jenis perempuan ke laki-laki. Adapun setelah itu, terdapat proses maskulinisasi dan defeminisasi. Maskulinisasi adalah proses pembentukan karakter laki-laki dan defeminisasi adalah proses penghilangan karakter perempuan.

"Nah, ada yang maskulinisasinya berjalan, tapi defeminisasinya tidak berjalan dengan baik," paparnya. Hal inilah yang kemudian memunculkan adanya homoseksual.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Asites
Asites
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.