Kompas.com - 10/02/2016, 14:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Diskusi tentang kolesterol tinggi biasanya baru akan muncul saat seseorang sudah masuk dalam usia pertengahan, setidaknya di awal 30an. Begitupun diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi, di masa lalu dipandang sebagai sesuatu yang hanya dialami oleh orang dewasa.

Namun kini, fokus Anda perlu bergeser, tak hanya memperhatikan kadar kolesterol pada diri sendiri, tapi juga mulai memantau kolesterol pada anak-anak dan remaja.

Alasan utamanya ialah faktor risiko, seperti kolesterol tinggi pada anak-anak yang bisa memengaruhi kesehatan seumur hidup mereka, yang berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular.

"Ini semua merupakan masalah yang secara historis telah dipandang sebagai masalah orang dewasa, namun kini menjadi sangat penting untuk memantau kemungkinan pada anak-anak dan remaja," kata Dr Stephen Daniels, direktur dokter anak di Children’s Hospital Colorado, yang praktek di Aurora, Colorado.

Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan, bahwa 2 dari 5 anak-anak dan remaja memiliki setidaknya satu kolesterol dengan tingkat abnormal, yaitu total kolesterol tinggi, tingkat HDL atau kolesterol baik yang rendah, atau tingkat kolesterol buruk yang tinggi, ditambah kolesterol yang ditemukan dalam partikel lipoprotein yang berpotensi aterogenik, cenderung membentuk plak pada pembuluh darah arteri.

Meskipun tingkat kolesterol abnormal pada anak-anak dan remaja relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, laporan terbaru ini menyoroti hubungan antara obesitas dan kolesterol yang bisa menyebabkan masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Meski tak menutup kemungkinan, anak-anak dan remaja dengan berat badan normal juga berpotensi mengalami masalah kolesterol.

"Pemicu obesitas pada anak-anak ialah minuman gula yang mereka minum," kata Dr Irwin Benuck, seorang dokter anak di Ann & Robert H. Lurie Children's Hospital of Chicago.

"Jadi, gula-gula sederhana seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan gula yang Anda dapatkan dalam minuman dan jus, akan disimpan sebagai trigliserida oleh tubuh.”

Dia juga mencatat bahwa trigliserida tinggi adalah pemicu diabetes tipe 2 dan pankreatitis - atau peradangan yang sangat menyakitkan pankreas.

Secara tidak langsung, ia menambahkan, trigliserida tinggi juga akan menyebabkan penyakit jantung seiring pertambahan usia anak. Anak-anak dengan masalah kolesterol benar-benar harus membuat perubahan pola makan.

Benuck mencatat bahwa, National Heart Lung dan Blood Institute merekomendasikan semua anak di usia 9-11 tahun untuk menjalani skrining kolesterol.

“Screening dilakukan antara usia 9 dan 11 tahun tetapi bisa dilakukan lebih awal bila ada riwayat masalah kolesterol pada keluarga atau penyakit jantung.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.