Kenali Penyakit Batu Ginjal yang Diderita Lionel Messi

Kompas.com - 11/02/2016, 21:05 WIB
Pemain Barcelona, Lionel Messi, melakukan selebrasi usai membobol gawang River Plate pada laga final Piala Dunia Antarklub di Stadion Nissan, Yokohama, Minggu (20/12/2015). KAZUHIRO NOGI / AFPPemain Barcelona, Lionel Messi, melakukan selebrasi usai membobol gawang River Plate pada laga final Piala Dunia Antarklub di Stadion Nissan, Yokohama, Minggu (20/12/2015).
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Akhir tahun kemarin, pecinta sepak bola dikejutkan dengan kabar tak mengenakkan tentang salah satu pemain andalan Barcelona, yaitu Lionel Messi yang menderita renal kolik atau nyeri akibat batu ginjal.

Keterkejutan ini bukannya tidak beralasan. Selama ini, kita menganggap bahwa atlit adalah sosok yang jauh dari penyakit. Namun nyatanya, tidak selalu demikian.

Menurut Mayo Clinic, batu ginjal adalah material keras serupa batu yang terbentuk di dalam ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun dan kotoran yang masuk ke tubuh kita. Di antara kotoran-kotoran yang dipisahkan itu, ada yang kemudian mengendap menjadi kristal atau membatu.

Di dalam dunia kedokteran, batu ginjal dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistein.

1. Batu kalsium
Ini adalah jenis batu ginjal yang paling sering terjadi. Batu kalsium yang paling sering ditemukan adalah batu kalsium oksalat.

University of Pittsburgh Medical Center menyatakan, makanan yang mengandung lebih dari 10 mg kalsium oksalat per 99,2 gram sajian, dikategorikan sebagai makanan tinggi oksalat. Contohnya adalah bir terutama bir hitam, cokelat, kopi instan, kedelai, selai kacang, wijen, bayam, talas dan produk gandum.

Jika asupan kalsium oksalat lebih tinggi dari yang bisa disaring oleh ginjal, perlahan namun pasti akan membentuk batu ginjal kalsium.

2. Batu asam urat
Terlalu banyak asam urat di dalam urin dapat menjadi pemicu munculnya batu asam urat di dalam ginjal. Umumnya, batu asam urat diderita oleh mereka yang menderita asam urat tinggi, sering dehidrasi, dan pada beberapa orang yang menjalani kemoterapi. Batu asam urat lebih sering diderita pria dibanding wanita.

Asam urat adalah salah satu hasil dari metabolisme zat purin di dalam tubuh. Secara alami, tubuh kita memroduksi purin.

Purin juga banyak terdapat pada makanan seperti daging merah, jeroan, ikan sarden dan makarel, kepiting, makanan tinggi fruktosa (gula alami pada buah), ragi, bayam, sawi, kacang panjang, kacang polong, dan kembang kol.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X